17 Ribu Lebih Warga Magetan, Terverifikasi Sebagai Penerima Bantuan BST Terdampak Covid-19


ARYA-MEDIA, Magetan – Sebanyak 17.239 masyarakat Magetan, bakal menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Ribuan warga tersebut, sebagai usulan penerima bantuan yang tercatat sesuai Dasar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan kategori masyarakat miskin.

“Sebanyak 17.239 warga Magetan akan menerima BST sebesar 600 ribu selama 3 bulan. Yakni mulai bulan April, Mei, dan Juni,” kata Yayuk Sri Rahayu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan, Rabu (6/5/2020).

Yayuk mengatakan, data penerima BST tersebut, telah diverifikasi Pemerintah pusat sebagai penerima bantuan akibat dampak pandemi Covid-19. “Data penerima BST sudah disampaikan kepada semua Kecamatan untuk diberikan kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Magetan. Tinggal menunggu hari pembagiannya,” terangnya.

Yayuk Sri Rahayu, Kepala Dinas Sosial Kab Magetan.

Dijelaskan Kepala Dinsos Magetan, masyarakat Magetan akan menerima bantuan, kecuali bagi warga yang terdaftar di DTKS Penerima Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan perluasan lainnya, tidak akan mendapatkan bantuan BST.

“Bagi yang terdaftar di PKH, BPNT dan lainnya, tidak akan mendapatkan bantuan BST. Karena BST ini diberikan kepada masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali,” ungkapnya kepada Arya Media, Rabu (6/5).

Dinas Sosial Kabupaten Magetan mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 Tahun 2019, untuk menentukan warga penerima bantuan sesuai Indikator Lokal Kemiskinan di wilayah Magetan. Sedangkan Pemerintah Desa (Pemdes) harus menyesuaikan dengan aturan yang ada, dan sudah melalui kesepakatan bersama MusDes (Musyawarah Desa).

“Ada 19 indikator untuk menetukan masyarakat yang dikategorikan sebagai masyarakat miskin. Jadi pihak desa sudah disepakati melalui Musdes dengan tanda tangan bermaterai,” jelas Yayuk Sri Rahayu.

Selain itu, Dinsos Magetan bekerjasama dengan PT POS Indonesia sebagai pihak kedua dalam penyaluran bantuan BST kepada Masyarakat. “Secara teknis yang mempunyai rekening bisa melalui bank. Namun untuk menghindari pungli kami menyarankan kepada desa, agar warga menerima BST melalui POS. Yang terpenting tidak dilakukan secara manual, dan harus transfer untuk penerapan Physical Distancing,” pungkasnya. (Ren)     

 2,432 total views,  12 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!