21 Bidan Desa Dapatkan SK Bupati Sebagai PNS


ARYA MEDIA, Blitar – Sebanyak 21 bidan desa yang selama ini sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT), dilantik Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Selasa (10/04/2018).

Dalam acara pelantikan tersebut, Bupati Blitar, didampingi Kepala BKPSDM, Kepala BPKAD dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Selama ini mereka telah melaksanakan tugas di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar, rata-rata di atas 10 tahun.

Dalam sambutannya Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, 21 orang bidan tersebut sebelumnya telah melewati beberapa tahapan hingga pada akhirnya bisa dilantik menjadi PNS dan mendapat SK Pengangkatan dari Bupati. Awalnya ada 22 bidan yang akan dilantik, namun dalam proses pemberkasan Nomor Induk Kepegawaian, satu bidan meninggal dunia. Sehingga hanya ada 21 Bidan yang mendapat SK Pengangkatan PNS.

Baca Juga :  Khofifah Sambangi Magetan, Ziarah ke Makam Gubernur Suryo

“Alhamdulillah hari ini saya didampingi oleh OPD terkait sudah resmi melantik 21 orang bidan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menjadi PNS”, kata Rijanto, Selasa (10/04/2018).

Lebih lanjut, Bupati Blitar menyampaikan, bidan ini telah mengabdikan diri rata-rata di atas 10 tahun. Bupati berharap, bagi bidan yang telah dilantik dan disumpah jabatan, diharapkan bisa meningkatkan kinerjanya dan melakukan tugas serta kewajiban sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga :  Warga Tarik Sumbangan Amal Untuk Bangun Jalan Desa

“Harapan saya, agar para bidan ini bisa bekerja maksimal, dan jangan sampai melanggar aturan yang ada”, tegas Bupati.

Di tempat yangsama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar Mashudi menyampaikan, proses yang dilalui 21 bidan yang berhasil mendapatkan SK pengangkatan PNS ini cukup panjang. Sebelumnya pada tahun 2017 ada sekitar 38 orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) bidan dan dokter gigi yang mengikuti perekrutan CPNS, namun yang lolos hanya 22 orang bidan.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara Ke-74, Polres Ngawi Bagikan 600 Paket Sembako

“Awalnya yang ikut tes CPNS ada 38 orang, tetapi yang memenuhi persyaratan hanya 22 orang. Namun selama proses berlangsung, satu orang meninggal dunia, sehingga hanya 21 orang yang mendapat SK PNS”, kata Mashudi. (fa/hms/ops)

 1,344 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!