google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

5 Pelaku Penyelundupan Kendaraan Bodong Ke Timor Leste Ditangkap Polda Jatim


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Subdit Jatanras Direskrimum Polda Jatim, mengungkap kasus kejahatan ekspor kendaraan bermotor curian, dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, pada hari Rabu (10/2/2021).

Kasus ekspor barang curian tersebut dikirim dari Surabaya Jawa Timur menuju Timor Leste. Polisi berhasil menangkap lima (5) orang tersangka dengan ratusan barang bukti kendaraan motor curian.

Bermula informasi dari masyarakat, Subdit Jatanras Direskrimum Polda Jatim menangkap kelima tersangka di tempat yang berbeda-beda.

“Ini pengungkapan kasus penjualan kendaraan roda empat dan roda dua (curian) ke luar negeri,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, dihadapan awak media, Rabu (10/2).

Informasi yang dihimpun, 5 tersangka pelaku juga memiliki peran berbeda-beda, diantaranya AP (35), warga Sidoarjo yang berperan sebagai pencari kendaraan. SH (36), warga Jombang berperan sebagai pencari kendaraan. DI (40), warga Surabaya yang berperan sebagai pengepul. M (45), warga Surabaya berperan sebagai pengepul, dan PA (43), warga Surabaya yang berperan sebagai pembuat dokumen ekspor.

Baca Juga :  Partai Berkarya : Mbak Tutut Sambang Desa Lanjutkan Program Visi Misi Bagi Masyarakat Menengah Kebawah

“Kasus itu diungkap pada Januari 2021 lalu. Para tersangka sudah beraksi sejak tahun 2017. Dan ratusan kendaraan yang dijual tersangka ke Timor Leste merupakan hasil tindak pidana, seperti hasil curian atau hasil kredit yang sengaja tidak dibayar, lalu digelapkan dengan dijual ke pihak lain,” jelas Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu, Rabu (10/2).

Baca Juga :  Deteksi Dini Risiko Penyakit Tidak Menular, Diskes Magetan Gencarkan ‘Skrining’

Dijelaskan Direskrimum, sebelum diekspor, kendaraan roda dua dan roda empat yang diperoleh tersangka, disimpan di gudang di Jalan Greges Nomor 61 Kota Surabaya. Selanjutnya, komplotan pengepul kendaraan bermotor bodong ini mengirim ke Timor Leste melalui jalur laut.

“Setiap bulannya selalu ada (motor) yang dikirim tersangka ke Timor Leste,” ujarnya didepan awak media.

Selain itu, dalam aksinya tersangka mengirim kendaraan-kendaraan bodong dua kali dalam sebulan, dan jumlahnya sesuai permintaan yang mencapai sepuluh sampai lima belas unit.

“Untuk motor rata-rata bandrol dengan harga Rp7 juta per unit. Kendaraan itu kemudian diterima oleh jaringan tersangka yang di Timor Leste,” ungkap Nasrun.

Baca Juga :  Bersinergi : GM FKPPI Tambah Kekuatan Personel di TMMD Wedusan

Sesampainya di Timor Leste, lanjut AKBP Nasru Pasaribu menjelaskan, kendaraan bodong tersebut diganti dengan dokumen yang diduga palsu, karena menyesuaikan aturan di negara Timor Leste. “Di Timor Leste sudah ada penampungnya atau penyandang dananya. Kendaraan dari Indonesia yang hanya ada STNK, semua dokumen kendaraan disesuaikan dengan Timor Leste,” paparnya.

Selain menangkap lima tersangka, polisi juga menyita ratusan motor sebanyak 25 kontainer dan beberapa kendaraan roda empat sebagai barang bukti. “Para tersangka dijerat Pasal 481 KUHP Pidana Subsider Pasal 480 KUHP Juncto 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (Redk)

 25,193 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!