6 Spesialis Copet Surabaya Ditangkap Polres Ngawi, 1 Pelaku Diganjar Timah Panas


ARYA-MEDIA, Ngawi – Tim Satreskri Polres Ngawi berhasil menangkap komplotan spesialis pencopet, didalam acara hiburan rakyat pentas seni. Hiburan rakyat yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, banyak warga yang kehilangan ponsel saat asyik menonton acara tersebut, Jum’at (6/9/2019).

Atas kesigapan petugas, acara yang digelar di alun-alun Merdeka Kabupaten Ngawi tersebut, pelaku berjumlah 6 orang, salah satunya dihadiahi timah panas karena berusaha melawan petugas.

“Atas kesigapan anggota dilapangan, kurang lebih 1 jam pengejaran dapat menangkap komplotan pencopet.  Petugas berhasil menangkap 6 orang tersangka, dan semuanya berasal dari surbaya,” ujar Kapolres Ngawi, AKBP. Pranatal Hutajalu, Jum’at (6/9/2019).

Kapolres Ngawi menjelaskan, saat malam konser musik di alun-alun Ngawi situasi sangat  meriah dengan dipenuhi penonton. Dengan terencana  dan sudah disiapkan, komplotan spesialis pencopet itu berhasil mengambil ponsel milik penonton.

“Salah satu dari 6 pelaku, kita amankan dengan timah panas karena saat ditangkap melakukan perlawananan. 6 oran tersebut bernama Eri Susanto (34). Daud Dwi Putra (30). Joko Suchayono (42). Rizal Beni Pranato(28), Abdul Rohman (21). Daman Huri (24) dan Wawan,” jelasnya kepada Arya Media, (6/9).

Modus yang digunakan dalam aksi ini, tersangka mempunyai peran masing-masing. Ada yang berpura-pura melihat konser, selanjutnya Tersangka Wawan yang bertugas menyalakan petasan, untuk mengalihkan perhatian penonton. Setelah situasi kacau, 2 tersngka yaitu Rizal dan Daud mulai beraksi, ada yang berperan mendorong dorong penoton, dan 2 tersangka yaitu Abdul dan Joko lainnya berperan mengambil Handphone dari saku korban, kemudian disalurkan kepada Erik untuk disimpan kedalam tas yang sudah disiapkan dari surabaya.

“Dari hasil penangkapan ditemukan barang bukti 7 buah handphone, satu (1) unit kendaraan mobilio bernopol L-1492-XC, satu (1) tas bermarek, dan delapan buah petasan. Dari 6 tersangka ini, kami jerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (endik/ren)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *