UA-163642268-1

Advokad Tim Pembela Martabat Profesi Guru, Siap Bekerja Profesional


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – PGRI benar – benar serius membantu menangani anggotanya yang dalam menjalankan tugas menghadapi masalah.  Melalui divisi advokasi profesi, PGRI telah menunjuk Tim Advokad dari Peradi Banyuwangi. Tim yang diberi sebutan Tim Pembela Martabat Profesi Guru ini sudah mulai bekerja.

”Kepercayaan yang diberikan oleh PGRI dan LKBH PGRI kepada kami adalah suatu kehormatan, “ ujar Gembong.

Duet antara Gembong AR Ahmad, S.H. dengan M. Ikbal, S.H. beranggotakan tujuh pengacara muda ini akan mengoptimalkan kinerja tim. “Kasus yang menimpa Guru AR ini, perlu penanganan serius karena UUnya jelas. Langkah awal,  kami akan mengumpulkan data dan mempelajari dengan detil persoalan sampai tuntas. Tujuh anggota tim kami, masing-masing memiliki keahlian yang saling melengkapi,“ ungkap alumni FH Unej, M. Ikbal.

Baca Juga :  Crash Bus Dengan Motor Di Km 05-06 Ngawi, Menyebabkan 1 Nyawa Melayang

Ditambahkan oleh M. Ikbal bahwa timnya masih menunggu perkembangan dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian. Harapannya, mudah-mudahan dapat dimediasi damai lewat meja kepolisian. Tapi jika harus berakhir di meja hijau, timnya akan bekerja secara profesional. “Selama ini, pengalaman PGRI mendampingi dan membela guru dalam menghadapi masalah terkait dengan tugasnya berhasil meyakinkan,“ ungkapnya.

Baca Juga :  Bersama Relawan dan Warga, Koramil Baureno Bantu Renovasi Rumah Tidak Layak Huni

Menambahkan keterangan sebelumnya, tidak kurang lima belas kasus guru dalam menjalankan tugas profesinya di Banyuwangi yang berurusan dengan kepolisian. Semuanya selesai, baik dengan sidang maupun tanpa sidang. ”Pengalaman itu menyebabkan PGRI cukup nyali untuk menghadapi setiap tuntutan masyarakat/orang tua murid kepada guru saat menjalan tugas profesi,“ tegas Rifai penuh optimis.

Diakhir penuturannya Gembong menegaskan, ”Tunggu saja Mas, insyaAllah semua akan selesai,“ tegasnya kepada kepada wartawan mengakhiri percakapannya.

Baca Juga :  Tak Ingin Kecolongan, Pemkot Blitar Razia Beberapa Hotel

Diberitakan sebelumnya, guru (AR) telah dilabrak belasan orang tua murid gara-gara rambut anaknya dipotong dengan alasan untuk dirapikan. Karena diantara orang tua murid tidak terima, yang merupakan oknum anggota TNI, diduga telah main hakim sendiri terhadap guru AR, selanjutnya muncullah perseteruan hingga menjadi viral di media. (rdy35/ops).

Baca Juga : Mediasi : Kasus Guru Buli Siswa Dan Orang Tua Murid Aniaya Guru Yang Viral Di Media

 1,167 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!