Ajang Budaya Tradisi Karapan Sapi Rebutkan Piala Bromocyber


 

ARYA-MEDIA, Probolinggo – Ajang budaya dan tradisi karapan sapi merah, memperebutkan piala bromocyber.com, kembali di gelar di Lapangan Kedopok JL, Progo, Kota Probolinggo, Sabtu (19/01/2019) hingga Minggu (20/01/2019) besok.

Event kali ini tak hanya diikuti peserta dari Probolinggo. Data panitia menyebutkan, sejumlah sapi balap milik warga Madura, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, dan Surabaya, juga ikut ambil bagian.

Dalam pelaksanaan lomba, sapi dibagi dalam dua kelas pertandingan. Yakni kelas sprint sapi besar dan kelas sprint sapi kecil.

Baca Juga :  Tujuh Dalang Asal Magetan Tampil Sebagai Penutup "Suran Seni Budaya 2018"

“Untuk tinggi sapi 155 cm ke atas masuk kelas sapi besar. Di bawah itu masuk kelas sapi kecil”, ujar Toyip, wakil ketua panitia lomba.

Untuk lokasi sprint sapi-sapi pacu kali ini, masih dipilih lapangan Kedopok, JL Progo, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Dalam ajang karapan sapi ini bekerjasama dengan bromocyber.com dan paguyupan karapan Minak Djinggo. Para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para joki. Sebab, sebelum start para pemilik akan melakukan ritual arak-arakan sapi di arena pacuan diiringi musik seronen, perpaduan alat musik khas Madura.

Baca Juga :  Diduga Karena Depresi, Kakek Asal Ngawi Nekat Gantung Diri

“Adapun sapi yang bertanding adalah sapi yang khusus memang dilatih untuk karapan, dididik dan dirawat dengan cara istimewa,” lanjut Toyip.

Diketahui bahwa, sebagai tradisi dan budaya, karapan sapi ternyata terus mendapat perhatian tinggi dari masyarakat pendalungan di Kota/Kabupaten Probolinggo. Selain bertujuan memberikan informasi terkait karapan sapi sebagai budaya, lomba tersebut  diharapakan juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Baca Juga :  Danrem 081/DSJ Madiun Tinjau Posko Penanganan Covid-19 di Wilayah Magetan

Sementara, Eko Hardianto, pimred bromocyber.com berharap, masyarakat tidak hanya melihat karapan sapi, tapi juga bisa menikmati hiburan yang menyertai ajang tersebut.

“Yang sangat penting adalah, dengan adanya lomba karapan sapi itu mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, dimana semua pedagang ikut ambil bagian menjajakan produknya selama event bergengsi ini berlangsung,” pungkasnya.

Sebagai informasi, mulai Siang Ini Sapi Pacu Akan Beradu Kecepatan Memperebutkan Piala Bromocyber. (red/agg/wn)

 1,503 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!