APKI Stop Produksi Hari Ini, Pemkab Magetan Ijinkan Penyamak Terus Berproduksi


ARYA-MEDIA, Magetan – Rencana APKI (Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia) Magetan untuk berhenti produksi sudah dimulai sejak hari ini, Senin 3 Maret 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dari pantauan Arya Media di lokasi Lingkungan Industri Kulit (LIK) Kabupaten Magetan, tampak terlihat dari salah satu pabrik pengolahan produksi kulit basah mulai sepi tanpa hiruk pikuk para pekerja. Hal itu dilakukan para penyamak, sesuai dengan surat edaran dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) APKI nomor 08/APKI/II/2020 pada 24 Februari lalu.

“Mulai hari ini, Senin (3/3) kami mulai berhenti produksi basahnya, namun untuk produksi kulit kering masih tetap berlanjut,” kata Basuki Rahman, selaku Ketua APKI Magetan, Senin (3/3/2020).

Menurutnya, pihaknya akan berhenti proses produksi hingga sampai stok kulit basah sudah habis. “Kalau stok basah sudah habis, terpaksa para karyawan juga akan diliburkan,” jelasnya.

Uswatul Chasanah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan.

Mengetahui hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan langsung melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama APKI Magetan dan Dinas instansi terkait, untuk mencari solusi dalam mengatasi polemik tersebut. Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Magetan Suprawoto di ruang rapat Yosonegoro Pemkab Magetan.

“Dari hasil rapat tersebut, Bupati Magetan menghendaki untuk tetap produksi. Hal itu disampaikan langsung Bupati Suprawoto, saat berdiskusi dengan kepala UPT Industri Kulit Magetan dan APKI Magetan, bersama jajaran instansi terkait,” ujar Uswatul Chasanah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, Senin (3/3).

Dijelaskan kepala DLH Magetan, Pemkab mengijinkan para penyamak kulit untuk terus berproduksi, namun dengan syarat, penyamak harus mengurangi kapasitas produksinya untuk menghindari overload limbah sload (Lumpur) yang dihasilkan.  

“Yang jelas, para penyamak tetap berproduksi, namun kapasitasnya harus dikurangi. Sedangkan solusi sementara, hasil sloadnya akan ditampung di tempat yang telah ditentukan dengan syarat mengikuti ketentuan tehnis yang berlaku,” jelasnya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Pemkab Magetan juga mendesak UPT Industri Kulit Magetan sebagai pemangku kebijakan dari Provinsi, agar setiap bulannya melalukan uji kualitas air limbah, sesuai Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 tahun 2013. “Tadi sudah disepakati, bahwa UPT secara kontinyu akan melalukan uji kualitas air limbah setiap bulannya,” pungkasnya. (Ren)

 639 total views,  7 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!