APTI Sumringah : Musim Kemarau Membawa Berkah Bagi Petani Tembakau


ARYA-MEDIA, Ngawi – Kekeringan melanda sejumlah tempat di Ngawi. Namun, meski musim kemarau ternyata membawa berkah bagi petani tembakau. Karena tanaman tembakau bisa menjadi alternatif petani kala menghadapi musim kemarau panjang. Selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tanaman tembakau tidak banyak membutuhkan air. Jadi tanaman tersebut jadi pendulang rupiah bagi para petani tembakau.

Semua itu dimanfaatkan oleh sekelompok petani di Dusun Jambe Kulon, Desa Gemarang, Kec. Kedunggalar, Kab. Ngawi, sebagai pengganti musim kemarau saat ini. Diberitahukan bahwa, kelompok tani tembakau sudah tergabung dalam suatu wadah yaitu APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia). Dan untuk Kec. Kedunggalar yang menjadi anggota APTI diantaranya, Sri Ngudi Lestari, Ngudi Makmur, Ngudi Raharjo, Ngudi Tani, dan Ngudi Rahayu.

Baca Juga :  Jelang Pilkades Serentak 2019, Bupati Magetan Monitoring Kesiapan Panitia di Desa

Saat ditemui wartawan Arya-Media, Marwoto sebagai pengurus APTI, menjelaskan, untuk daerah Kedunggalar mempunyai luas areal lahan tembakau mencapai 65 hektare. Selama periode tanam, daun tembakau dari satu tanaman tembakau bisa dipanen lima hingga tujuh kali. Apabila dikelola dengan benar dan didukung oleh cuaca yang bagus, produksi per hektar lahan rata-rata bisa mencapai lebih dari 1 ton.

Baca Juga :  Merebaknya Isu Virus CORONA di Magetan, Bupati Magetan Belum Tetapkan Status KLB

Sementara itu, pada musim tanam tahun ini, para petani tembakau sedikit resah dan gelisah, dikarenakan banyak daun tembakau mengalami kekeringan pada masa tanam, yang di akibatkan kondisi cuaca yang tidak menentu. Dan hal itu akan mempengaruhi penurunan harga tembakau yang pada akhirnya bisa mengakibatkan gagal panen.

“Saat ini tanaman tembakau milik petani banyak yang mengalami daun kering, diakibatkan faktor cuaca yang tidak menentu. Semua itu bisa mengakibatkan jatuhnya harga tembakau yang hanya (5000 – 6500)”, kata Marwoto.

Untuk memberdayakan petani, lanjut Marwoto, Dinas pertanian Kab. Ngawi tahun ini telah memberikan bantuan sebesar 1 ton pupuk per kelompok tani. Akan tetapi itu hanya mampu mencukupi 10 hektar saja, sedangkan untuk daerah Kedunggalar luas tanam tembakau tercatat 65 hektar.

Baca Juga :  Pabintal Laksanakan Sholat Pertama Di Masjid Nurul Qur'an

“Kami berharap tahun depan pihak Pemerintah khususnya Dinas Pertanian dapat memberikan bantuan lebih banyak untuk pupuk tembakau. Sedangkan untuk pengolahan, kami membutuhkan cultivator untuk pendangiran, supaya lebih efisiensi waktu dan tenaga. Karena untuk saat ini, tenaga petani yang semakin sulit didapat”, pungkasnya. (ren/redk)

 1,813 total views,  23 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!