Atasi Krisis Air Bersih : Desa Pitu Maksimalkan Pipanisasi SPAM


ARYA-MEDIA, Ngawi – Setelah bertahun-tahun warga dua dusun di Desa Pitu dipastikan kesulitan pemenuhan air bersih, sekarang persoalan itu ditanggulangi dengan memaksimalkan pipanisasi SPAM di dua dusun dengan memasukan sebagai skala prioritas Desa Pitu di tahun 2018, dengan menanggarkan Rp 39 juta pipanisasi dusun Pelemsili, dan Rp 9 juta pipanisasi dusun Gunung rambut, melalui Anggaran Dana Desa Pitu.

Pasokan air SPAM di dua dusun yang dialirkan dengan pompa air dengan memanfaatkan listrik tenaga surya itu, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di 2 dusun pelanggan krisis air bersih tiap musim kemarau. “Alhamdullillah, persoalan krusial air bersih dengan pipanisasi ini diharapkan bisa mengurai permasalahan air bersih selama ini“, ungkap Rasmiati Kepala Desa Pitu.

Baca Juga :  Apresiasi Kepala Perpusnas Kepada Perpusda Magetan Dalam Acara “Sarasehan Literasi Penggiat Perpustakaan”

Desa Pitu masuk katagori 45 desa krisis air bersih Se-Kebupaten Ngawi, dan salah satu dari beberapa desa di Kecamatan Pitu, sebagai desa rawan mengalami krisis air bersih. Persoalan ini terjadi sejak bertahun-tahun silam dan penanganan di bangunnya SPAM di dusun Pelemsili dan dusun Gunung Rambut dengan tehnik grafitasi dari sumber matar air di hutan, tidak mampu mencukupi kebutuhan air bersih yang khususnya di dusun yang berada di jajaran perbukitan kapur. Salah satu langkah pemerintah desa Pitu yaitu, melakukan pasokan air melalui pipanisasi SPAM.

Baca Juga :  Sebanyak 366 CPNS, Terima SK Bupati dan Resmi Sebagai Abdi Negara

Dengan pipanisasi sebagai solusi permanen, diharapkan tidak terlihat kembali warga berusaha untuk mencari segala cara, agar bisa mendapatkan air bersih, baik untuk memasak dan keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK-red). Puncaknya, ketika musim kemarau warga harus mengutamakan untuk mencari air terlebih dahulu sebelum memulai mengurus ladang atau bekerja.

Tidak jarang  warga harus pulang lebih awal dari pekerjaanya karena harus antre menampung air bersih pasokan dari truk-truk tangki dari OPD (BPBD, PDAM, DINKES) dan POLRI/TNI.  Sedangkan, ketika musim hujan, warga memanfaatkan air hujan yang ditampung hanya untuk MCK saja. Sementara air minum warga tetap membeli air mineral atau mencari ke sumber-sumber mata air terdekat. (bb/ops/redk)

 851 total views,  3 views today

Baca Juga :  Antisipasi Banjir Desa Gulun Rehabilitasi Drainase Dari DD


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!