UA-163642268-1

Bangli Warem Dan Cafe Di Maospati, Akhirnya Rata Dengan Tanah


ARYA-MEDIA, Magetan – Bangunan Liar (BANGLI) yang berada diruas jalan Provinsi, tepatnya di Desa Malang, Kecamatan Maosptai, Magetan, akhirnya dibongkar sudah. Sebanyak 56 kios warung remang-remang dan cafe, diratakan dengan alat berat (Bego) oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur, pada Rabu (10/7/2019).

Jajaran petugas gabungan dari Pemprov Jawa Timur, dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), TNI dan Polri Kabupaten Magetan, bersama- sama merobohkan bangunan yang diduga sering digunakan untuk ajang prostitusi hingga rata dengan tanah.

“Ini berawal dari laporan masyarakat, yang dikirimkan pada Bupati Magetan, kemudian diteruskan pada Gubernur jawa Timur, agar ditindak lanjuti,”kata Budi Santoso, Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur, (10/7/2019).

Baca Juga :  Cegah Penularan Covid-19, Tim Gabungan Gelar Operasi Patuh Masker
Ngadiono (kanan), Kasi Penguji Peralatan dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), Pemprov Jawa Timur.

Budi mengungkapkan, pembongkaran Bangli ini memang sempat beberapa kali tertunda, karena banyak kendala dan kondisi yang tidak memungkinkan melakukan pembongkaran. “Memang sempat tertunda beberapa kali, mulai dari sebelum lebaran, sampai menunggu keputusan MK, dan akhirnya hari ini baru bisa kita bongkar,” terangnya.

Di tempat terpisah, Kasi Preservasi dan peralatan Jalan 1, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII (BBPJN), Ngadiyono mengatakan, puluhan bangunan liar tersebut, secara aturan ruas jalan Provinsi tidak boleh mendirikan bangunan di tepi jalan raya, karena dapat mempengaruhi arus lalulintas. Maka dari itu, bangunan tersebut dibongkar agar lalu lintas menjadi lancar.

Baca Juga :  Ditemukan Meninggal Dunia, Seorang Wartawan Ngawi Tergeletak di Depan Rumah Warga

“Semoga setelah dibongkar ini, kedepan arus lallintas semakin lancar, karena di bahu jalan sudah tidak ada bangunan yang mengganggu. Hal ini juga berlaku dimana saja, apabila ada bangli di sepanjang jalan Nasional akan segera kami tindak,” jelasnya kepada Arya Media, (10/7).

Lebih lanjut Ngadiyono menjelaskan, setelah dilakukan pembongkaran dan juga pembersihan material bangunan itu, Pemprov akan bekerja sama dengan Pemkab Magetan untuk melakukan penanaman pohon, agar masyarakat semakin paham bahwa wilayah sepanjang bahu jalan tidak boleh di dirikan bangunan.

Baca Juga :  Penemuan Jenazah di Area Pemakaman Gegerkan Warga Jonggrang

“Setelah pekerjaan ini selesai dan semuanya bersih, akan kita tanami pohon di sepanjang ruas jalan tersebut. Syukur kalau Pemkab berencana lain, semisal dibuat Ruang Terbuka Hijau malah lebih bagus ,” pungkasnya. (ren)

 2,102 total views,  8 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!