UA-163642268-1

Banjir Ngawi Genangi 20 Desa Dan 6 Kecamatan, Bupati Tinjau Langsung Ke Lokasi


ARYA-MEDIA, Ngawi – Meluapnya sungai Madiun yang melintasi Kabupaten Ngawi, terdampak pada 20 desa dari 6 Kecamatan terendam banjir diantaranya Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Geneng, Karangjati, Padas dan Ngawi. Diantaranya adalah desa Simo, Purwosari, Dinden, Tirak, Sumengko, Waruk Kalong, Kendung, Karangsono, Njenangan, Pleset, Waruk Tengah, Ngompro, Babadan, Gandri, Klitik, Dempel,Kresikan, Sembung, Bendo dan Mangunharjo.

Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi lakukan tinjauan langsung ke wilayah yang terdampak banjir, Kamis (7/03). Bupati beserta rombongan pertama kali menuju Pos Komando (posko) banjir di Kantor Desa Waruk Kalong, Kwadungan yang dipakai untuk dapur umum untuk pengungsi atau warga yang kebanjiran.

Sementara di posko desa Jenangan, terdapat puluhan pengungsi yang berasal dari dusun Soren, karena menurut salah satu warga mengatakan ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa.

Baca Juga :  Karena Kurang Hati-Hati, 2 Remaja Bermotor Bertabrakan Di Jalan Raya Pangkur-Ngawi

“Yang kita bantu tentu yang terdampak banjir, dan makanan adalah yang paling utama. Selanjutnya menghitung warga yang saatnya panen karena banjir tidak bisa panen itu yang harus juga mendapat perhatian,” ujar Bupati Budi Sulistyono, atau dikenal dengan Mbah Kanang (7/3)

Menurut Bupati, banjir kali ini terjadi diakhir masa panen, jadi tidak banyak petani yang terdampak, “Alhamdullilah, saat ini sebagian petani sudah panen, kalau banjirnya di awal kemarin tentunya akan banyak yang gagal panen”, terangnya.

Baca Juga :  Mahalnya Pendidikan, Dirasakan Masyarakat Saat Pandemi

Bupati mengatakan, petani yang tidak jadi panen akibat banjir, tidak boleh dirugikan, harus mendapatkan ganti rugi agar mereka bisa hidup kembali.“Petani itu sudah keluarkan tenaga, biaya, dan pikiran, jadi tidak boleh dirugikan, harus ada penggantinya agar tidak terhenti proses dalam bertaninya,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris BPBD Ngawi, Hartono mengungkapkan, pihaknya saat ini terus lakukan assessment dan evakuasi pada warga yang rumahnya terendam banjir, “Ada sekitar tiga ribu warga, dari 6 kecamatan yang terdampak banjir. Dan kami akan terus siaga penuh dan menghimbau warga jangan panik untuk selamatkan diri dulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Ungkapan Harapan di Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-344 Tahun

Diketahui bahwa, BPBD juga telah membuka dapur umum dibeberapa tempat, seperti desa Waruk Kalong, Jenangan dan Waruk Tengah, “Kami pun juga lakukan pendistribusian dan suplai bantuan kesetiap dapur umum,” pungkas Hartono. (redk)

 

 1,699 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!