Bantengan “Handoko Wulung” Banyudono Unjuk Gigi Dalam Gebyar Pring Urip 2018


ARYA-MEDIA, Magetan – Seni Tradisional Bantengan adalah sebuah seni pertunjukan budaya tradisi yang menggabungkan unsur sendra tari, olah kanuragan, musik, dan syair/mantra yang sangat kental dengan nuansa magisnya.

Pelaku Bantengan yakin bahwa permainannya akan semakin menarik apabila telah masuk tahap “trans” yaitu tahapan pemain pemegang kepala Bantengan menjadi kesurupan arwah leluhur Banteng (Dhanyangan). Setiap grup Bantengan minimal mempunyai 2 Bantengan seperti halnya satu pasangan yaitu Bantengan jantan dan betina.

Baca Juga :  Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Anggota Satgas TMMD Berikan Wasbang Di SDN Poncol 3

Permainan kesenian bantengan dimainkan oleh dua orang yang berperan sebagai kaki depan sekaligus pemegang kepala bantengan dan pengontrol tari bantengan serta kaki belakang yang juga berperan sebagai ekor bantengan. Kostum bantengan biasanya terbuat dari kain hitam dan topeng yang berbentuk kepala banteng yang terbuat dari kayu serta tanduk asli banteng.

Atraksi Bantengan Dan Atraksi-Atraksi Lainnya Yang Dilakukan Oleh Irengan.

Menurut keterangan Funny sebagai pimpinan bantengan mengatakan, undangan dari panitia Grebeg Pring Urip harus dimaksimalkan, melihat acara tersebut merupakan kumpulan para seniman dalam rangka melestarikan kebudayaan dari seni yang ada di Jawa Timur. “Mumpung diundang untuk tampilkan Bantengan, kami sangat menghargainya. Maka dari itu kami harus tampil semaksimal mungkin, toh tujuannya untuk nguri-nguri seni dan budaya ya harus all out”, ungkapnya.

Baca Juga :  Wanita Pengantar Sabu Tertangkap Polisi di Warkop Sepande

Sebenarnya bantengan Handoko Wulung mempunyai 4 banteng lanjut Funny, cuman hari ini hanya memainkan 2 (dua) bantengan saja. “Banteng yang kami punya adalah 4 (empat) banteng. Dan rencananya akan membuat bangteng kecil untuk di perankan oleh anak-anak, untuk menciptakan regenerasi bantengan tetap berkumandang”, terangnya.

Diketahui, antusias penonton terlihat dari ramainya lokasi pertunjukan yang digelar di lapangan Ringinagung, Magetan. Diwarnai dengan deretan stand yang tersedia jadi satu untuk memanjakan lidah ataupun hanya melihat lihat koleksi yang diperjual belikan oleh para penjualnya. (ren/redk)

 2,520 total views,  24 views today

Baca Juga :  Serap Aspirasi Warga, LSM Elang Putih Peduli Bencana Tiris Probolinggo


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!