UA-163642268-1

Banyaknya Pelanggaran Galian Di Magetan, DLH Berikan Pembinaan Kepada Penambang


ARYA-MEDIA, Magetan – Banyaknya pelaku tambang galian C yang melanggar aturan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, memberikan sosialisasi pemahaman tentang UU lingkungan dan dampak terhadap lingkungan hidup, Kamis (18/7/2019).

Kepala DLH Kab. Magetan, Saif Mukhlisun, melalui Mitro Wibowo selaku Kasi Pengaduan dan Penegaan Hukum Lingkungan (PPHL) mengatakan, sebanyak 22 penambang di Kabupaten Magetan, semuanya dinyatakan melanggar aturan. Salah satunya adalah membuat Bupati Magetan Suprawoto geram adalah, karena melihat galian C di daerah Ngerong posisi tepi jalan raya yang kondisinya tegak lurus.

“Kita mau memberi sangsi, tapi ada kaitannya dengan pajak. Maka dari itu, kita bina dulu dan kita awasi. Hari ini kita undang  pihak SDM dari Propinsi untuk memberikan pengarahan,” kata Mitro Wibowo, Kamis (18/7/2019).

Baca Juga :  Aniaya Sang Mantan, Lantaran Tidak Diberi Jatah....

Mitro juga menjelaskan, pihaknya hanya dapat memberikan teguran kepada pelaku tambang, karena perolehan ijin dari Provinsi. Jadi, yang berwenang untuk menutup dan mencabut ijin adalah Pemprov Jatim.

“Untuk sangsinya kita gunakan teguran lisan dan tertulis, terakhir kita laporkan hasil pengawasan dari 22 penambang ke Dinas SDM propinsi. Rencanaya, awal bulan Agustus nanti pihak Pemprov diperkirakan akan turun ke Magetan untuk mengecek ke 22 penambang tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  Terjadi Lagi : Bapak Dua Anak Di Ngawi Nekat Gantung Diri

Selain itu, lanjut Kasi Pengaduan dan Penegaan Hukum Lingkungan (PPHL) Kab. Magetan, menurut salah satu investor tambang, sudah ada yang mendapatkan teguran ke-2. Dan DLH pun melakukan hal yang sama, yaitu hanya bisa memberikan teguran kepada penambang seperti, tidak terasiring, tidak tertib pajak, tidak menggunakan APD, tidak tertib laporan UPL UKL, kemudian dilaporkan ke Provinsi.

“Dri 22 penambang tersebut, sebanyak 17 penambang sudah mempunyai MIU, IUP, bahkan ada juga yang sudah presentasi, namun masih menunggu ijin operasi produksi. Dan operasi produksi bisa terbit jika ada UKL dari Magetan atau ijin lingkungan,” jelas Mitro

Baca Juga :  Pembunuh Wanita di Kebun Jagung Tertangkap, Pelaku Diganjar Timah Panas

Diketahui bahwa, banyaknya pelanggaran penambang tersebut Pemkab Magetan khususnya DLH Kab. Magetan sebagai pengendali lingkungan hanya dapat memberikan teguran dan melapor ke Pemprov Jawa timur untuk proses selanjutnya. Karena, Pemprov Jatim selaku pemegang penuh wewenang pemberhentian atau pencabutan ijin operasi penambang. (ren)

 2,085 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!