UA-163642268-1

Bareskrim Polri Bersama Bea Cukai Gagalkan Peredaran Sabu Seberat 42,3 Gram dan 85 Ribu Ekstasi


ARYA-MEDIA | JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, berhasil menggagalkan peredaran Narkoba jenis Sabu seberat 42,337 Kilogram (Kg) dan 85.038 butir ekstasi. Hal ini merupakan hasil operasi gabungan bersama Bea Cukai.

“Sejak Februari lalu sampai hari ini, Dit Tipid Narkoba Bareskrim bersama Ditjen Bea Cukai khususnya Sub Firektorat Narkotika, melakukan operasi gabungan dengan sandi Dewa Ruci 2021,” kata Dir Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Krisno Halomoan Siregar dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/3/2021).

Krisno menjelaskan, pengungkapan pertama di Pelabuhan Gosong Deli, Belawan, Sumatera Utara, petugas menangkap dua tersangka yakni RW (41) dan MY (38). “Barang bukti dantaranya sabu sebanyak 42.337 Gram dan Ekstasi 40.038 butir dan H5 10 butir,” ujarnya.

Baca Juga :  HMPI : Bersinergi Menjaga dan Peduli Lingkungan Hidup

Selain itu, ketika petugas gabungan sedang melakukan patroli di jalur laut Gosong Deli, aparat melihat kapal yang mencurigakan dan melakukan pengejaran hingga akhirnya dapat dihentikan.

“Yakni membawa muatan empat paket kecil dan dua paket besar berisi pil warna merah muda dan 40 paket kemasan teh China yang diduga narkotika jenis Sabu,” jelas Krisno, Selasa (30/3).

Baca Juga :  Seorang Ibu Rumah Tangga Nekat Gantung Diri Akibat Depresi

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 62, Pas 60 ayar (4), Pasal 60 ayat (5) UU Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika, Pasal 114 AYAT (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsidaur Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 ayar (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sementara itu, penangkapan kedua dilakukan di Pantai Tanjung Piayu Laut, Kota Batam, Kepri. Dalam operasi itu petugas menangkap tiga orang tersangka yaitu, MA (25), MM (25), dan FK (27). “Barang bukti yang diamankan adalah 45.000 butir ekstasi,” tutur Krisno.

Baca Juga :  BP3RI Akan Bawa Ke Ranah Hukum Terkait Uang Bensin Yang Diterima ASN

Dari keterangan tersangka MA mengaku diperintah oleh EM warga Malaysia yang akan diberikan kepada tersangka TN, yang masuk target Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Akibat perbuatannya itu, mereka disangka melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsidair Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkasnya. (Redk)

 466 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!