Bawaslu : Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Melalui Kearifan Lokal


ARYA-MEDIA, Ngawi — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ngawi, menggelar acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Melalui Kearifan Lokal. Acara yang dikemas dengan pentas seni tradisional wayang kulit dengan judul ‘Wahyu Katentreman’, bersama Dalang Ki Alex Sabdo Budi Utomo dan bintang tamu Mbok’e Ganden dan Bagong Karanganyar. Bertempat di lapangan Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Sabtu malam (09/11/2019).

Karena seni wayang kulit banyak digandrungi masyarakat, sejak sore ratusan warga didalam maupun diluar Desa, sudah berdatangan menuju lokasi. Seperti yang disampaikan Abjudin Ketua Bawaslu Kabupaten Ngawi dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan ini diadakan guna untuk mengajak masyarakat ikut berperan aktif mengawasi jalannya proses demokrasi di tahun 2020 mendatang.

“Dimana dalam kegiatan ini nantinya, masyarakat akan menjadi partner kami ketika melaksanakan tugas pengawasan di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa, dan TPS. Kegiatan ini akan menjadi forum untuk kita mengenalkan tugas dan fungsi kami sebagai pengawas Pemilu, mulai dari proses tahapan hingga penyelenggaraan Pemilu,” ungkap Abjudin, (9/11).

Ditempat yang sama, Koordinator Divisi Humas dan Hubal, Nur Elya Anggraini Bawaslu Provinsi Jawa Timur menerangkan, bahwa tugas Bawaslu sebagai penyelenggara pengawasan kegiatan pemilihan umum, mulai dari Pemilihan Presiden hingga Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada 23 September 2020. Kabupaten Ngawi bersama 19 kab/kota se-Jawa Timur nantinya akan menggelar Pilkada serentak.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta mengawasi baik menjadi penyelenggara maupun masyarakat umum yang berpartisipasi mengawasi pelaksanaan Pilkada 2020,” katanya.

Selain itu, cerita wayangan ini nanti juga akan dikemas sesuai tema bagaimana menjadi seorang pengawas pemilu, menghambat proses Money Politic dan bagaimana para calon berkampanye dan tempat mana saja yang tidak diperbolehkan.

“Saya berharap, siapa pun nanti yang terpilih sebagai Kepala Daerah, jadilah pemenang yang bermartabat dan kalah terhormat. Khususnya Pemilu di Kabupaten Ngawi harus bisa berjalan dengan lancar. Jadilah pengawas partisipatif yang ikut mengawasi jalannya pesta demokrasi ini, dan laporkan kepada petugas kami yang ada di TPS, Desa, Kecamatan bahkan tingkat Kabupaten,” pungkasnya. (Endik)

 282 total views,  5 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *