google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Berdayakan Masyarakat, Bank Sampah Selamatkan Lingkungan Sekitar


ARYA MEDIA | MAGETAN – Mencegah terjadinya penumpukan sampah, Pemerintah Desa (Pemdes) Malang Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan Jawa Timur, mengandalkan Bank Sampah milik warga masyarakat sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan sekitar.

Pemerintah Desa Malang mengakui adanya pengelolahan sampah tersebut, yang menjadi kegiatan baru sekaligus penyeimbang di sektor ekonomi kerakyatan. Munculnya ide baru Bank Sampat, bermula dari keresahan masyarakat tentang menumpuknya sampah di wilayah desa setempat

“Masalah sampah itu ibaratnya bom waktu, jadi sebisa mungkin kami mencegah. Dengan adanya bank sampah ini kami juga berencana untuk kedepannya membangun tempat pengolahan sampah baik organik ataupun anorganik”, jelas Kepala Desa Malang, Sukardi, melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Masyarakat, Tri Marono, Senin (25/01/2021).

Baca Juga :  Tragis… Tiga Petani Ngawi Hirup Gas Beracun

Penuturan lain juga dipaparkan oleh Sigit Sudarsono selaku Manager Bank Sampah dan ketua BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) menyampaikan bahwa, Bank Sampah di Desa Malang Kecamatan Maospati, sudah berjalan sejak Juni 2020 tahun kemarin. Kegiatan tersebut melibatkan Karang Taruna sebagai pengambil sampah, dan  ibu-ibu PKK sebagai pengepulnya.

“Semuanya berasal dari masyarakat dan nanti hasilnya pun juga untuk masyarakat, dengan kata lain kegiatan itu merupakan salah satu bentuk swadaya masyarakat. Sampai saat ini sudah terkumpul sampah 3 Ton dan kalau dinominalkan kisarannya sekitar 3 Juta. Dan hasil keuntungannya nanti sebagian diberikan kepada ibu-ibu berupa sembako,” ungkap Sigit, kepada Arya Media, Senin (25/01).

Baca Juga :  Ngopi Pagi Cari Inspirasi dan Inovasi Dakwah Antar Umat Agama

Selain itu, lanjut Sigit Sudarson menjelaskan, bahwa bank sampah di Desa Malang sementara masih berada di lahan bukan milik desa. Akan tetapi, kedepan akan dibangun bank sampah sekaligus TPS (Tempat Pengolahan Sampah) di tanah khas desa, yang kemungkinan jadi pada tahun 2022,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Malang, Sukardi menyambut baik ide cemerlang dari masyarakat Desa Malang, dalam mengatasi permaslahan sampah. Sehingga dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. “Saya pribadi mendukung kegiatan tersebut. Selain itu, dapat meningkatkab sektor ekonomi bagi warga sekitar, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat”, pungkasnya. (Bgs/Redk)

 743 total views,  2 views today

Baca Juga :  Desa Jatigreges Mengulang Kesuksesan Kedua Dalam Rangka HUT RI ke 74


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!