UA-163642268-1

Beredar Regulator Tak Ber SNI, Polda Jatim Tangkap Produsennya


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, Unit IV Subdit I (Indagsi), berhasil bongkar peredaran regulator tekanan rendah palsu atau tidak sesuai SNI.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, dalam Conferensi Pers di Mapolda Jatim, Senin (5/4/2021).

Polda Jatim menetapkan satu orang tersangka dari pimpinan PT. Cipta Orion Metal, selaku produsen serta memperdagangkan regulator merk Starcam yang tidak sesuai SNI.

Pengungkapan kasus tersebut dimulai setelah penyidik melihat dari salah satu media, adanya pemberitaan terkait pemusnahan regulator LPG. Setelah itu petugas mendatangi salah satu gudang di kawasan Margomulyo Indah dan pergudangan Mutiara blok B-30, Surabaya, untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Prajurit Kodim Magetan Latihan Menembak Senapan dan Pistol Triwulan IV 2018

“Selain itu juga dilakukan pengecekan di salah satu distributor yang ada di wilayah Jawa Timur,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (5/4).

Sementara, hasil pemeriksaan yang dilakukan di B4T (Balai Besar Bahan dan Barang Teknik) dan di BBLM (Balai Besar Logam dan Mesin), bahwa regulator yang diperdagangkan kepada masyarakat tidak terpenuhi unsur produk regulator bertekanan rendah.

Baca Juga :  Telaga Sarangan Secara Resmi Dibuka Bupati Magetan

“Peralatan regulator ini sangat berbahaya jika dipergunakan oleh konsumen atau masyatakat,” ungkap Kombes Handoko.

Dari hasil penyelidikan, Polisi telah mengamankan regulator palsu dari 5 (lima) distributor yakni PT. Jaya Gembira, PT. Paracom, CV. Satelit, CV. Utama dan CV. Adma Totalindo dan 1 Produsen. “Dari hasil penyelidikan, Polda Jatim berhasil mengamankan regulator yang sebanyak 34.913 ribu,” jelasnya kepada awak media, (5/4).

Di tempat yang sama, Wadirsus Polda Jatim AKBP zulham Efendi menjelaskan, regulator tersebut tidak layak digunakan didalam ruangan, karena sangat membahayakan bagi konsumen. “Dari hasil uji, terdapat bunyi dan getaran, jika ada percikan api akan menyebabkan kebakaran,” terangnya.

Baca Juga :  Safari Ramadhan Menjadi Kesan Menarik Bagi 'Kang Woto'

Atas perbuatan tersangka, pelaku dikenakan Pasal 113 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 66 UU Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

“Untuk harga tidak jauh berbeda dengan yang ada di lapangan, namun dari segi keselamatan jauh berbeda dengan yang ber SNI,” pungkasnya. (Redk)

 318 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!