Berhasil Dibongkar, Dugaan Penggelapan Dana PIP Oleh Seorang Guru SD


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – Tim investigasi Lembaga Pemantau Pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ( LP3KB ), Berhasil ungkap dugaan penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh oknum Guru disebutnya (MJ), nama oknum Guru adalah Mujiyanto.

Diberitakan sebelumnya, setelah diperoleh data informasi dan beberapa bukti dari klarifikasi Tim investigasi LP3KB bawa persoalan tersebut ke penegak hukum setempat (kepolisian red). Demi hak para siswa LP3KB dibawah komando Sugeng Setiawan, SH menekan pihak Sekolah untuk segera berikan hak siswa terkait dana Program Indonesia Pintar (PIP) dari Pemerintah.

Al hasil Rabu 21 Maret 2018, akhirnya para wali murid hadir ke Sekolah menerima pengembalian dana PIP yang diduga sudah 4 bulan tidak diterima alias digelapkan oleh oknum Guru bernama Mujiyanto.

Baca Juga :  Akibat Hujan Disertai Angin, Pohon Berdiameter 60 Cm Ambruk Menutupi Jalan Utama

Sugeng Setiawan, SH ketika dikonfirmasi tentang harapannya pada proses hukumnya mengingat sudah ada ektikad baik Mujiyanto mengembalikan dana PIP menuturkan pada media.

”Dengan pengembalian dana tersebut tidak mempengaruhi proses Hukum, karena dari LP3KB melakukan pelaporan 2 hari sebelum dana itu dikembalikan, dan justru pengembalian itu adalah bukti kuat yang tidak terbantahkan adanya penggelapan dana di sekolah tersebut. Dengan adanya penemuan penyimpangan di SDN 2 Bayu Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi tersebut, LP3KB makin yakin bahwa ada dugaan kuat penyimpangan di sekolah-sekolah lainnya, makanya dalam waktu dekat kami akan membentuk Tim khusus untuk menelusuri dan menginvestigasi kesemua sekolah di Kabupaten Banyuwangi, khususnya diwilayah Kecamatan songgon. Sekarang kami sudah mengantongi beberapa penyimpangan dana PIP dan BOS di beberapa sekolah, ” tuturnya, Rabu (21/3/2018).

Baca Juga :  Sudah Diketahui : Mayat Tanpa Identitas (Mr. X), Berasal Dari Jawa Tengah

Ketika ditanya apakah dalam hal ini Kepala Sekolah terlibat, Sugeng Setiawan, SH mengatakan, ”karena masalah ini sudah kami laporkan kepada pihak Kepolisian maka yang bisa menjawab adalah dari hasil penyidikan kepolisian”, masih kata Sugeng Setiawan, SH.

ketika ditanya apakah Kepala Sekolah SDN 2 Bayu tidak mengetahui atas tindakan oknum Guru bernama Mujiyanto, dijawab olehnya ”Kalo tidak mengetahui, itu hal yang mustahil, karena Kepala Sekolah adalah penanggung jawab dari setiap program Pemerintah yang turun, masak ada program turun tidak tahu, kan mustahil, ” ungkapnya.

Baca Juga :  "Pers Tour Goes To Bromo", Jalin Sinergitas Antara Pemerintah Dengan Jurnalis

Menurut Koordinator Dapil 2 LP3KB Syaiful (Ipunk), Ada pengakuan wali dari tiga wali murid didatangi oleh Mujiyanto dengan mengatakan usia anaknya kurang, bisa terancam tidak naik kelas. Lalu masing masing wali murid dimintai uang 400 ribu beserta akte kelahiran untuk dirobah tanggal, bulan dan tahun kelahiranya”, terangnya.

Lanjut Syaiful, ketika didesak oleh para wali murid dan ditanyakan mengenai akte kelahiran karena sudah lama, Mujiyanto mengatakan sebenarnya akte sudah selesai namun hilang dan menunjukan laporan polisi palisi”, pungkasnya. (rdy35/ops/redk)

 1,075 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!