Berikan Wawasan Kepada Masyarakat, Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian Dishub Jatim Bersama PT KAI Daop 7 dan Jasaraharja


ARYA-MEDIA, Magetan – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi keselamatan perkerataapian, dalam meningkatkan kesadaran untuk memahami dan mentaati peraturan perkeretaapian guna mengurangi korban kecelakaan. Kamis (12/03/2020).

Bertempat di Pendopo Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan, hadir dalam acara tersebut diantaranya Kepala UPT Madiun Dishub Jatim Ahmad Supriatna beserta jajarannya, PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun yang diwakili Manager Pengamanan Operasional Kereta Api M. Latif Hendro Kusumo, Jasaraharja Madiun Adhitya Angga Dewa, Dishub Kabupaten Magetan, Kanit Dikyasa Polres Magetan, Camat Kartoharjo, Dinas/Instansi wilayah Kecamatan Kartoharjo, dan Seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kartoharjo, serta tamu undangan lainnya.

Kepala UPT LLAJ Madiun, Dishub Provinsi Jatim, Ahmad Supriatna mengatakan, pelaksanaan sosialisasi keselamatan dalam perlintasan kereta api ini merupakan agenda kegiatan rutin Dishub Jawa Timur dalam mengurangi resiko kecelakaan khususnya perkeretaapian.

“kita adakan sosialisasi untuk kepentingan keselamatan masyarakat, khususnya kepada wilayah yang memiliki perlintasan-perlintasan sebidang, seperti perlintasan kereta api yang melintasi Kecamatan Kartoharjo ini,” kata Ahmad Supriatna, Kamis (12/03).

Dijelaskan Ahmad, banyaknya korban kecelakaan kereta api kepada wilayah yang mempunyai perlintasan sebidang menjadi sasaran utama untuk memberikan wawasan kepada masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan. “Selain Pemprov sudah memasang rambu peringatan sebelum kereta itu lewat, kita juga lakukan sosialisasi setiap tahunnya,” jelasnya.

Disisi lain, Kepala Jasaraharja Madiun, Adhitya Angga Dewa, mengapresiasi dengan adanya sosialisasi keselamatan dalam perkeretaapian. Dalam hal ini juga diperlukan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat Jasaraharja  apabila terjadi kecelakaan. “Ini sangat bermanfaat, karena selam ini masyarakat banyak yang belum mengetahui bagaimana manfaat Jasarahrja dalam menjamin masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan,” ujarnya.      

Terpisah, Manager Humas PT. KAI DAOP 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko  mengatakan, Man Pam Opka dalam materinya yang berjudul “Teknis Operasional KA di Jalur, Stasiun dan Perlintasan Sebidang KA” menunjukkan kepada para peserta sosialisasi bahwa karakter pengereman kereta api itu tidak bisa berhenti mendadak.

“Sesuai amanat UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan  PM 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan sebidang antara jalur KA dengan jalan, bahwa Yang bertanggung jawab terhadap perlintasan sebidang adalah Pemerintah Daerah, berdasarkan kelas jalannya,” terangnya.

Ixfan Hendriwintoko juga menambahkan, pada prinsipnya KAI Daop 7 Madiun mengapresiasi langkah atau tindakan Pemprov Jatim dalam melakukan kegiatan sosialisasi terkait keselamatan perjalanan KA di perlintasan sebidang jalur KA.

“Kami menghimbau juga pada pemerintahan setempat untuk melakukan penutupan perlintasan sebidang tanpa ijin, terlebih sekarang ini jalur ganda sudah dioperasikan. Serta para pengguna jalan untuk lebih meningkatkan kesadaranya saat melintas perlintasan sebidang dengan cara mematuhi rambu-rambu yang ada,” pungkasnya. (Ren)

 875 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!