Berkedok Jual Beli Mobil, Tersangka Pelaku Penipuan Ditangkap Polisi


ARYA-MEDIA, Ngawi – Johana Kurniawan (42) warga kelurahan Ketanggi Ngawi, harus berurusan dengan Polisi karena telah melakukan penipuan kepada mangsannya dengan modus jual beli mobil. Tersangka ditangkap jajaran Polres Ngawi, sesaat setelah dilaporkan oleh korbannya.

Aksi tipu tipu tersebut, menyasar Andi Frantika warga Jl.Trunojoyo kelurahan Karangtengah Ngawi, yang telah dikelabui oleh pelaku ratusan juta rupiah dengan berkedok sebagai jual beli mobil.

Kronologi kejadian, berawal saat Andi Trantika (korban) yang berniat ingin membeli sebuah mobil Brio. Mendengar hal itu, Johana Kurniawan (pelaku).melancarkan aksinya dengan merayu korban akan mencarikan mobil yang diinginkannya dengan membayar uang muka sebesar 81 juta rupiah.

Foto : Kapolres Ngawi, AKBP. MB.Pranatal Hutajulu, saat press release di Mapolres Ngawi.

Karena kendaraan yang dipesan tidak kunjung datang, korban pun menagih kendaraan kepada korban. Mendapati hal itu, pelaku kembali melancarkan aksi yang kedua dengan alasan bahwa uang untuk mengambil kendaraan tidak cukup. Akhirnya, dengan polosnya korban tersebut kembali memberikan uang kepada pelaku sebesar 68 juta rupiah.

“Transaksi pertama, pelaku meminta uang muka kepada korban sebesar Rp. 81 juta. Yang kedua korban memberikan uang lagi sebesar 68 juta rupiah. Kemudian pelaku menyerahkan kendaraan Brio warna abu-abu kepada korban dengan nopol D 1081 AFW,” kata Kapolres Ngawi, AKBP. MB.Pranatal Hutajulu, saat press release, Senin (2/9/2019).

Kapolres menjelaskan, dikemudian hari mobil yang diberikan oleh pelaku ternyata didapatkan dari jaringan pihak leasing. Akhirnya, karena merasa ditipu pelaku, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ngawi.

“Pelaku memang dikenal sering melakukan aksi serupa dan saat ini pelaku juga menghadapi kasus yang sama di Polres Magetan,” jelas AKBP. MB.Pranatal Hutajulu kepada awak media.

Sedangkan pelaku berhasil diamankan anggota Satreskrim Polres Ngawi pada hari Jumat (30/08) lalu di wilayah Kendal Jawa Tengah. “Saat ini pelaku masih kita lakukan penahanan. Dan untuk tersangka akan dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” pungkasnya. (ren)

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *