Bernasib Sial, Tujuh Remaja Keracunan Saat Buka Puasa Bersama


ARYA-MEDIA, Tulungagung – Tujuh remaja mengalami nasib sial, saat menyantap makanan berbuka puasa mengalami keracunan. Parahnya lagi mereka diduga keracunan setelah selesai menyantap hidangan di salah satu stand (The G), jalan Soekarno-Hatta, Tulungagung.

Ketujuh korban keracunan saat ini, masih dirawat di ruang IGD RS Bhayangkara Tulungagung. Menurut keterangan dari Dokter jaga IGD RS Bhayangkara, Dr. Afandi membenarkan bahwa, ketujuh korban mengalami gejala keracunan, lantaran mereka merasakan pusing, mual dan muntah. Semua itu harus menjalani rawat inap untuk dilakukan perawatan secara itensif.

Baca Juga :  Granat Nanas Aktif Ditemukan Warga Desa Turi Magetan

Dari keterangan keluarga korban, melalui Kepala Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Yulianto yang ditemui wartawan saat menunggui pasien membenarkan, jika semua pasien adalah 7 orang, dan 6 orang diantaranya adalah warganya dan yang satu adalah warga dari Kelurahan Kenayan yang semuanya masih satu kerabat keluarga.

“Berawal dari laporan warganya, sekitar pukul 18.30 Wib hari Selasa (29/05), ketujuh korban pulang dari acara buka bersama disalah satu stand kuliner The G. Dalam perjalanan pulang sudah mengalami gejala pusing, mual dan muntah, sesampainya di rumah juga mengalami BAB berupa cairan. Pada akhirnya kami bersama keluarga korban sepakat membawa ke RS Bhayangkara sekitar pukul 22.00 wib untuk mendapatkan pertolongan “terang Yulianto.

Baca Juga :  Bertambah 1 Terconfirm Positif Covid-19 Dari PDP, Total 89 Kasus

“Adapun nama warganya adalah EM (19) MW (16) FJ (15) AD (15) SV (15) NS (10) kesemuanya warga desa Ngranti kecamatan Boyolangu dan satunya JS (15) warga kelurahan Kenayan, yang semuanya masih satu kerabat keluarga”, imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kapolres Tulungagung melalui Kasat Reskrim AKP. Mustijat Priambodo membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Persemag Rindu...... Dukungan Dari Pemerintah Magetan

“Saat ini kami dari masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan yang dialami oleh korban. Dan kami masih memintai keterangan dari korban dan mengambil beberapa sample yang akan kita gunakan sebagai bahan penyelidikan”, ungkapnya.

Hingga berita ini dilansir, pemilik salah satu stand yang diduga tempat korban menyantap hidangan buka bersama, masih belum bisa di konfirmasi terkait adanya kejadian tersebut. (ctr/ops/redk)

 291 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!