BI Lakukan Survey Dana Desa Monitoring Efek Terhadap Masyarakat


ARYA-MEDIA, Banyuwangi – Entah apa yang melatarbelakangi dari Bank Indinesia (BI), sampai melakukan survey terkait pemanfaatan Dana Desa (DD). Dalam hal tersebut BI Cabang Jawa Timur bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya.

Dari pantauan media Selasa 3/4/2018 didapati Tim yang ditugaskan oleh BI sedang melakukan survey di Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi.

DR Najib Usman salah satu Dosen STIE Perbanas ketika dikonfirmasi menuturkan, “Saya salah satu Dosen dari STIE Perbanas, menyangkut Perbankan Bank Indonesia minta tolong kepada STIE Perbanas untuk melakukan survey terkait pemanfaatan Dana Desa”, ucapnya Selasa 3/4/2018 usai bertemu Kepala Desa Sumbergondo H. Nurman Iswandi.

Dilanjutkan DR. Najib Usman, bahwa dirinya ditugaskan di Situbondo, dan Banyuwangi. Kepada awak media mengatakan juga bahwa sudah melakukan survey atau kroscek kembali. Menurutnya diadakannya survey kepada Pemerintah Desa tentang apakah ada perkembangan dari pemanfaatan Dana Desa, “apakah ada kesulitan atau tidak dalam mencairkan Dana Desa, juga tentang Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) ada apa tidak”, ungkapnya.

Baca Juga :  Pembinaan Solidaritas Ketahanan Nasional Dengan Memanfaatkan Teknologi Digital

Ada sedikit pertanyaan atau masukan ketika datang di Desa Bumiharjo Kecamatan Glenmore kata DR. Najib Usman. Yang mana ketika masyarakat sudah terbiasa mendapatkan bantuan dan menikmati Dana Desa, bagaimana kalau berikut ada pergantian pemimpin Negara. Apakah Desa Desa masih akan tetap bergulir, tentang hal itu kata Dosen Najib Usman, ternyata dipertanyakan oleh masyarakat Desa Bumiharjo.

“Ketika saya ke Desa Bumiharjo, ada pertanyaan yang bagi kita mudah tapi sulit untuk dijawab. Yaitu, apakah kalau ganti presiden nanti ada apa tidak program Dana Desa ini, karena Dana Desa sebesar 160 Trilyun lebih itu kalau tidak ada, ini yang jadi masalah juga jadi masukan, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Update Terbaru : Bertambah Lagi 2 Warga Magetan Terconfirm Positif Covid-19, Jangan Kucilkan Mereka Beserta Keluarganya

Diceritakan pula oleh DR Najib Usman permasalahan di wilayah Situbondo. Yang mana Pemerintah Desa disalahkan oleh banyak pihak, terkait pekerjaan program padat karya. Persoalannya di Situbondo terkait program padat karya yang seharusnya dalam pengerjaan proyek memberdayakan warga setempat, malah justru memakai tenaga kerja dari luar Desa.

”Ada persoalan di Situbondo dalam pengerjaan proyek padat karya Pemerintah Desa disalahkan, karena pekerjanya tidak pakai warga setempat. Hal seperti itu jangan disalahkan, karena kalau ternyata di Desa setempat memang warganya tidak punya profesi atau tidak ahli dalam pengerjaan proyek bangunan, suatu misal di desa tersebut mayoritas nelayan yang tidak mungkin mereka turun jadi kuli bangunan, ya tidak masalah pakai tenaga dari luar Desa dari pada dipaksakan berdayakan warga setempat hasilnya tidak sesuai speks, atau proyek terbengkalai. Dan selain itu Pemerintah Desa juga diberi batas waktu harus menyelesaikan proyek dan LPJ nya, ” terangnya.

Baca Juga :  Update Peta Sebaran Covid-19 Dengan Istilah dan Definisi Baru

DR. Najib Usman menambahkan seputar temuannya dalam perjalanan surveynya. Menurutnya untuk wilayah Banyuwangi dari beberapa sampel sudah baik dan lebih baik dari lainnya, apakah tentang administrasi dan pemanfaatannya. Hanya saja masih ada model-model berkas laporan yang tebal-tebal dan banyak. Menurutnya ke depan, bagaimana berkas administrasi dan laporan-laporan lebih dirampingkan lagi”, pungkasnya. (rdy35/ktb/ops)

 492 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!