BUMR Bersama Koperasi Pangan 42 Magetan, Sosialisasikan Korporasi Petani Dan Penandatanganan MoU


ARYA MEDIA, Magetan – Program Pemerintah yang dicanangkan Jokowi melalui Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan, bekerja sama dengan Koperasi pangan 42 Magetan, menggelar Sosialisasi Korporasi Petani dan Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU), di gedung PGRI Magetan, (3/8/208).

Upaya Pemerintah untuk mempercepat pendirian 65 kluster pangan berbasis koperasi dengan nggota petani di seluruh Indonesia, salah satunya Koperasi 42 Magetan bekerja sama dengan BUMR pangan. Tujuannya adalah supaya dapat menampung dan memasarkan produk hasil petani, dengan harapan mampu memberi semangat kepada para petani Magetan untuk memajukan sektor Pertanian di Magetan.

Baca Juga :  Bupati Magetan : "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1440 H"

Hadir dalam acara tersebut, Deputi Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM, Komisaris BUMR, Bupati terpilih saat ini Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. M.Si dan beberapa Kepala Dinas Kab. Magetan, serta ratusan petani se Kabupaten Magetan.

“Kabupaten Magetan ini mempunyai struktur tanah yang bagus, artinya bisa ditanami berbagai jenis tanaman yaitu dari kentang, wortel, sampai dengan padi bisa tumbuh subur disini”, kata Luwarso Komisaris Utama BUMR.

Dengan kondisi seperti itu, diharapkan Magetan mampu menciptakan dan memproduksi semua jenis bahan pangan yang ada di seluruh Indonesia, mulai dari penanaman, pengolahan hingga produksi, yang didukung dengan alat yang baik juga. Dalam artian keselamatan kerjanya, dan pendapatanya, karena metode ini seperti usaha ditempat sendiri tetapi mendapatkan royalti”, imbuh Luwarso.

Baca Juga :  Dukung Jurnalis Magetan, Sapu Jagad Bersama Forum 3R Berikan Masker dan Makanan Bergizi

Ditempat yang sama, Bupati terpilih Magetan Suprawoto mengatakan, dalam jual-beli ada marjin 69 % keuntungan tidak di miliki petani, tetapi pada orang lain, karena banyak biaya mulai dari tanam sampai produksi yang tidak dikelola oleh petani. Maka dari itu Bupati terpilih ini mendukung penuh terkait program tersebut, menurutnya ini adalah jawaban dari keluhan para petani saat ini.

“Ini adalah jawaban masalah petani saat ini, kalau petani itu korporasi keuntungan tidak akan terpotong, malah harga beras jadi murah tapi tidak merugi, karena mulai dari tanam sampai dengan produksi akan dikelola sendiri oleh petani. Kalau petani membentuk Korporasi artinya harga beras jadi murah tapi petani tidak merugi,” ucap Suprawoto, Jum’at. (3/8).

Baca Juga :  Iseng Curi Hp di Tempat Billiar, Pemuda Asal Magetan Ditangkap Polisi

Suprawoto menambahkan, Dengan adanya program tersebut, nantinya para petani akan terus dibimbing mulai dari penanaman pertama hingga proses produksinya. Jadi bila masa tanam tiba, petani bisa menanam berbagai tanaman pangan, bukan hanya padi saja,” tutupnya (ren/redk)

 1,829 total views,  13 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!