UA-163642268-1

Bupati Magetan Pembicara Diskusi Publik ‘Peran Media dalam Menangkal Berita Hoax dan Radikal’


ARYA-MEIA | MGETAN – Bupati Magetan Suprawoto, mengikuti diskusi publik dengan tema ” Peran Media dalam Menangkal Berita Hoax dan Radikal”, yang diprakarsai oleh Sekolah Wartawan MZK Institut melalui zoom meeting, Senin (24/5/2021) malam.

Bupati Suprawoto yang didapuk sebagai salah satu pembicara mengatakan, bahwa di era digital saat ini, berita hoax dan radikalisme menjadi salah satu ancaman nyata yang dihadapi masyarakat di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat. Oleh karena itu dibutuhkan peran media dalam menangkal hoax dan radikalisme.

“Teknologi itu membuat semua jadi efisien, namun internet juga bisa seperti pisau bermata dua, ada manfaat ada mudarat,” kata Suprawoto, dalam sambutan materinya.

Baca Juga :  Pemdes Nglanduk Mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan RI

Berdasarkan konsep falsafah UU ITE, Suprawot menyebut, yang namanya real space, harus sama dengan cyber space. Yakni hukum di dunia nyata harus sama dengan di dunia maya. “Era digital saat ini, apa yang diunggah sifatnya abadi, dan menjadi jejak digital yang abadi. Oleh karena itulah konsep UU ITE didesain lebih berat,” jelas Bupati Magetan, Senin (24/5).

Selain itu, diantara sekian banyak media informasi, media sosial merupakan salah satu media baru yang berdampak bagi peradaban masyarakat sebagai informasi yang “melek teknologi”. “Namun bagi orang yang tidak melek teknologi, menganggap dunia maya itu dunia tanpa aturan atau etika,” ujarnya.

Baca Juga :  Pisah Sambut Kepala PN Ngawi di Pendopo Widya Graha, Predikat WBK Segera Terwujud

Bupati juga menambahkan, betapa ruginya bila teknologi tidak dimanfaatkan sebagai value added, apalagi hanya untuk memproduksi informasi hoax. Selain itu, media mainstream mempunyai peran penting dalam situasi sekarang. Apalagi di era digital saat ini dipahami satu penyakit Nomopobhia (sebuah rasa khawatir secara berlebihan ketika menjalani hidup tanpa gawai).

“Munculnya radikalisme karena banyak orang yang tidak punya hope (harapan). Ada sebuah ajaran yang memberi harapan yang luar biasa, dulunya di dunia tersingkirkan, kemudian ada ajaran yang luar biasa meskipun dengan cara yang salah. Itulah yang harus diluruskan, dan disinilah peran media mainstream sangat besar,” pungkasnya.

Baca Juga :  Penuh Semangat, Warga Desa Bersama TNI Gotong Royong Membangun Desa

Diberitahukan bahwa, hadir sebagai pembicara lainnya adalah Yurnaldi (wartawan Kompas, Konsultan Pers), Drs. Syaiful Anam (Wakil Bendahara Umum PWI Jatim), N. Aji Gunawan (Wakil Ketua PWOIN Jateng), dan selaku moderator Drs. Agung Santoso (Inisiator UKW Mandiri Indonesia, Wartawan Entrepeneur, Ketua FKPRM Jatim). (Prokopim/Redk)

 495 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!