Cegah Gizi Buruk : Dinkes Ngawi Tetapkan 594 Orang Tua Asuh Balita Stunting Dengan SK Bupati


ARYA-MEDIA, Ngawi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, menetapkan sebanyak  594 Orang tua asuh untuk balita Stunting dengan Surat Keputusan (SK) Bupati. Bertempatan di Pendopo Wedya Graha Ngawi, acara digelar dalam rangka Sosialisasi Stunting pencegahan gizi buruk bagi balita. Selasa (26/11/2019).

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Ngawi, Dr. Yudono mengungkapkan, dalam rangka percepatan penurunan stunting di Ngawi, pihaknya menunjuk orang tua asuh yang sudah mendapat SK dari Bupati Ngawi Budi Sulistiyono, dalam pencegahan gizi buruk bagi balita di wilayah Kabupaten Ngawi.

Menurutnya, dengan adanya pertemuan ini, para orang tua asuh benar-benar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan fresh, bahwa stunting itu bukan hanya pendek, dan kerdil saja. Namun, Stunting adalah gagal tumbuh dan gagal berkembang.

“Angka Stunting di kabupaten Ngawi yang mencapai 7336 balita, ternyata tinggi badan dibanding umur terdapat 22,2 persen. Tapi, setelah disaring lagi, tinggi badan banyak yang tidak sesuai dengan umur. Setelah dicroskan dengan penurunan berat badan, hanya terdapat 594 balita yang ditetapkan orang tua asuh yang mengalami Stunting, bukan 7336 balita,” jelasnya kepada Arya Media, Selasa (26/11).

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi juga menjelaskan, ada dua (2) dalam penanganan Stunting, yaitu melalui program dari Pemerintah yakni dari Kedinasan sendiri. Kedua, dari lintas sektor orang tua asuh yang berbeda di kabupaten lainnya. “Sedangkan orang tua asuh ini, adannya hanya di kabupaten Ngawi,” ungkapnya.

Selain itu, merujuk pada Stunting, disebabkan beberapa hal diantaranya adalah, karena ada pengaruh dari pola asuh, cakupan gizi dan kualitas pelayanan kesehatan, lingkungan dan ketahanan pangan. “Kepada tenaga gizi di setiap Puskesmas, diharapkan selalu mensosialiasikan masalah Stunting ini. Yaitu dengan memperbaiki pemahaman masyarakat tentang Stunting, untuk mengurangi adanya gizi buruk di Kabupaten Ngawi,” pungkasnya. (Endik/Ren)

 908 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!