UA-163642268-1

Ciptakan IKM, Disperindagtaker Ngawi Gelar Pelatihan IK Aneka Makanan


ARYA-MEDIA, Ngawi – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindataker) Kab. Ngawi, melalui Bidang Perindustrian, mengadakan pembinaan dan pelatihan ketrampilan kewirausahaan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, melalui Pelatihan Industri Kimia (IK) Aneka Makanan.

Kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2019, diadakan selama dua hari di wilayah potensi industri, Desa Sidokerto, Kecamatan Karangjati, Kab. Ngawi, tanggal 23-24 April 2019. Mulai dengan membuat donat, roti, hingga keripik tempe, semua diterapkan dalam pelatihan tersebut.

Pelatihan Industri Kimia (IK) Aneka Makanan tersebut, Disperindagtaker Kab. Ngawi, juga menggandeng Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kerja (LPPK) “Rieny” dari Kab. Kediri JawaTimur (Jatim) sebagai instruktur pelatih untuk memeberikan pembinaan dalam pembuatan kue dan keripik tempe.

Baca Juga :  Sri Sultan Hamengkubuwono (X) Hadiri Pagelaran Muhibah Budaya Magetan Kumandang 2018

“Kami menggandeng lembaga pelatihan kerja Rieny, sebagai narasumber sekaligus instruktur dalam melatih para peserta untuk pembuatan kue dan keripik tempe. Dengan lembaga yang bersertifikat yang mumpuni, maka pembinaan pelatihan ini akan mampu menciptakan para pelaku industri bagi masyarakat, khususnya industri kecil menengah (IKM) di Ngawi,” ucap Sri Wiyanti, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Disperindagtaker Kab. Ngawi, Rabu (24/4/2019).

Para Pesrta Sedang Membuat Aneka Makanan Dengan Dibantu Instruktur LPPK Dari Kediri.

Sri Wiyanti menjelaskan, dengan diadakan kegiatan tersebut, nantinya peserta bisa berinovasi dalam pembuatan aneka kue dan juga dapat meningkatkan pendapatan. “Untuk masyarakat yang belum tergabung dalam IKM, mereka dapat memulai dengan membuka wirausaha baru,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Magetan : PPKM Diperpanjang Sampai 8 Februari 2021

Senada dengan Suyati peserta yang berasal dari Desa Sembung, Kec. Karangjati, Kab. Ngawi mengungkapkan bahwa, dengan mengikuti Pelatihan IK Aneka Makanan tersebut, selain mendapatkan pengalaman dalam berwirausaha membuat kue dan keripik tempe, juga bakal diterapkan untuk usaha di rumah dan kantin tempat berjualannya, sebagai peningkatan tambahan ekonomi.

“Rencanya akan saya kembangkan untuk di rumah, khan lumayan untuk nambah penghasilan. Dan nanti akan saya jual di kantin sekolah tempat saya berjualan, khususnya untuk keripik tempenya yang akan saya coba kembangkan, karena resiko untuk rugi sangat minim sekali,” ungkapnya kepada Arya Media (24/4).

Disisi lain, Riny selaku pemilik LPPK sekaligus instruktur dan narasumber dalam pelatihan menuturkan, antusias dari para peserta khususnya warga Kecamatan Karangjati, Kab. Ngawi, sangat baik dan bagus. “Selain diminati oleh para ibu-ibu, ada juga peserta dari bapak-bapak yang juga sangat kreatif dan terampil dalam pembuatan kuse tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  Mobil Tabrak Baliho Dan Masuk Ke Sungai, Akibatnya 2 Orang Meninggal Dunia

Pemilik LPPK juga sengaja menerapkan produk-prodek kue mulai dari tingkat bawah (murah red), menengah hingga ketingkat atas, dengan memakai mesin manual, karena tidak semua peserta mempunyai alat untuk membuat kue dan sebagainya. “Harapannya, sebelum mereka melangkah menjadi IKM, karena membutuhkan alat seperti mixer dan lainnya. Minimal dapat dilakukan dirumah secara manual dan ternyata para peserta disini juga mumpuni dan bagus,” pungkasnya. (ren)

 

 2,099 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!