Dalam Pelantikan Perangkat Desa, Status PJ Kades Beran Lagi-lagi Dipertanyakan


ARYA MEDIA, Ngawi – Terasa janggal terkait 13 Perangkat Desa Beran kembali di angkat, dengan mendasar amanah Perda Nomor 09 Th 2016 dan Perbup Nomer 09 tahun 2018, kegiatan pengambilan sumpah di adakan di Aula desa Beran, Selasa (10-04-2018).

Acara yang dihadiri beberapa undangan, tokoh masyarakat, BPD dan Rt/Rw se-Desa Beran. Camat Ngawi juga ikut menghadiri bersama OPD terkaid, Perwakilan dari Koramil dan Polsek Kota, semakin memperjelas status Desa Beran yang menimbulkan banyak tanya selama 3 tahun ini terjawab, bahwa statusnya Beran adalah Desa, bukan Kelurahan.

Prosesi pengambilan SO Perangkat Desa Beran, semakin terasa ganjil dan menimbulkan tanda tanya terkait keabsahan SO yang Baru, saat pembawa acara mengatakan pengambilan sumpah berulang kali mengucapkan, “Kepala Desa Beran membacakan sumpah menurut keyakinan di bawah kitap suci (Al’Quran) yang di pegang Rohaniawan yang di tirukan semua perangkat yang kebetulan semua muslim.

Baca Juga :  Satgas TMMD-102 : Perencanaan Pengobatan Masal Bagi Warga Wedusan

“Terus selama ini kapan kita mengadakan pemilihan Kepala Desa, bisa-bisanya mengatakan Kepala Desa. Berarti ini sumpah di bawah kitab suci di buat main-main “ celoteh Yudi, warga Desa Beran yang namanya disamarkan.

Dalam sambutannya, Broto Sanjoyo ,SSTP selaku PJ Kepala Desa Beran mengatakan, “Dengan pengambilan sumpah yang kedua, selama menjadi perangkat desa, ini di dengar dan disaksikan Allah dan semua udangan beserta warga yang hadir. Saya memohon paradikma lama yang tidak baik setelah ini tidak ada lagi. Untuk para kasun dan semua staf Desa harus oll-out dalam melayani masyarakat, kuncinya pelayanan masyarakat hanya tiga , pinter Nyopir, pinter ngetik, Hp tidak pernah mati”, tuturnya.

Baca Juga :  Ada Kejanggalan : Mantan Wakil Ketua KPK Tanggapi Surat Panggilan Palsu Bupati Blitar

“Pesan saya, semua yang di lantik hari ini dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya sebagai perangkat desa, karena semua kebutuhan sudah di cukupi oleh pemerintah, mulai dari siltap, tunjangan, hasil exsbengkok dan hak-hak BPJS ketenega kerjaan, BPJS kesehatan, tidak lagi ada alasan dapur tidak ngebul”, imbuh PJ Kades.

Dikesempatan yang sama Bandono (Camat Ngawi) menegaskan, “Seperti yang di katakan pak PJ tadi, tolong pradikma yang tidak baik (Perangkat Rp 50 ribuan) dihilangkan, saya tahu semua itu dan saya juga merasa prihatin dengan tunjangan RT/RW. Saya mohon semua perangkat ikut memikirkan langkah yang terbaik dalam meningkatkan kesejahteraan / penghargaan pada RT/RW kedepan”, terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Bentuk Tim 11 Cegah Penyebaran Covid-19 di Magetan

Ditemui secara terpisah, terkaid status Beran, Sekda Ngawi, Sodiq T menegaskan, “Beran adalah “Desa” karena untuk merubah status Kelurahan masih harus melalui kajian adminitrasi yang cukup alot dan panjang termasuk pemetaan wilayah / desa seperti kasus Beran. Untuk sementara kami masih kordinasikan dengan bagian hukum sekda Ngawi”. Ketika di konfirmasi kenapa tidak secepatnya menggelar PILKADES karena kekosongan Desa Beran sudah cukup lama (3 th red), Sekda Ngawi hanya tersenyum dan enggan menjawab.

Berbeda dengan yang diungkapkan Kabul Tunggul W, selaku Kepala DPMD Ngawi terkaid masa jabatan PJ yang panjang, ia menegaskan “Jabatan PJ tidak ada batas waktunya”, ungkapnya. (BB/Ops/Redk)

 1,929 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!