Dampak Covid 19 : Bagaimana Nasib Karyawan Yang di PHK?


ARYA-MEDIA, Jakarta – Seperti yang kita ketahui bersama masa saat ini adalah saat yang sangat sulit bagi kita semua karna adanya pandemi covid 19 yang telah membuat dunia menjadi sangat terpuruk baik dari segi perekonomian dan sosial.Namun dampak yang paling parah dari semua itu adalah banyaknya perusahaan yang akhinya memutuskan hubungan kerja dengan karyawan,ada yang terekena pemutusan hubungan kerja(PHk),di rumahkan atau di kurangi sebagian gajinya.

Banyaknya perusahaan yang memutuskan utuk mengurangi sebagain dari karyawan nya dengan alasan bahwa perusahaan pun terkena dari dampak wabah covid 19 ini.Namun yang membuat semakin bersedih adalah bagaiman nasib para karyawan yang tekena Pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan kondisi sekarang ini.

Itulah yang menggugah hati penulis untuk sedikit mengulas tentang nasib dari para karyawan yang terkena dampak dari covid 19 ini,dengan di putuskannya mata pencarian mereka oleh perusahaan tempat mereka bertahun tahun menggantungkan nasibnya untuk mendapat penghasilan dari pekerjaan tersebut.Yang menjadi pertanyaan adalah apakah memang perusahaan dapat melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) terhadap pekerja sebagai dampak dari covid 19 in?.

Alasan perusahaan melakukan PHK terhadap pekerjanya karna memang perusahaan itu sendiri tidak mampu menutupi biaya operasional perushaan.Adanya pandemi covid 19 ini menjadi sesuatu yang berat pula bagi pengusaha.karna berkurangnya kegiatan perekonomian yang di sebabkan corona ini membuat pengusaha pun mau tidak mau mengambil langkah yang sulit yaitu memberikan ketentuan pemutusan hubungan kerja bagi karyawan dalam perusahaan nya.

Pada pasal 151 ayat 1 undang-undang NO.13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan telah di nyatakan pihak perusahaan,serikat pekerja,maupun pekerja dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja(PHk).namun sekarang ini memang tidak bisa di pungkiri bahwa perusahaan pun terkena dampak yang begitu besar dari pandemi covid 19,yang mau tidak mau harus mengambil keputusan yang sangat berat.

Memang sekarang ini pemerintah sangat memperhatikan kebutuhan pangan dari masyarakat yang terkena dampak dari wabah covid 19 ini.banyaknya bantuan dari pemerintah yang tersalurkan kepada masyarat  seperti menjadi sesuatu yang sedikit melegakan bagi masyarakat.namun apakah penyelesaian persoalan kehidupan hanya sampai dengan urusan pangan saja?? Padakenyataan nya masyarakat yang terkena PHK adalah masyrakat yang paling bersedih karna banyak juga karyawan yang di putusan hubungan kerjanya  tidak di berikan pesangon dengengan alasan perusahaan pun sedang dalam kondisi yang sulit saat ini.

Sebagian besar dari mereka mengeluhkan dengan kondisi yang sekarang ini  untuk mencari pekerjaan baru yang lain pun akan sulit selama pandemi ini belum berkahir.Ada sebagain besar yang memutusakan untuk beralih menjadi ojek online,namun  setelah mereka jalani pun dirasa kurang membantu karna ada nya sosial distancing,atau mereka menyiasati dengan berwirausaha baik secara online ataupun secara langsung menjajahkan dagangan nya,namun tetap di rasa berbeda dengan apa yang mereka dapat kan dahulu saat masih bekerja.belum lagi di tambah dengan tanggungan-tanggungan yang mereka miliki seperti kebutuhan anak-anak yang semakin meningkat bagi mereka yang sudah memiliki keluarga,atau kebutuhan lain seperti cicilan-cicilan yang mereka miliki pada saat masih bekerja,sangat terasa perbedaan nya, karna dahulu mereka bisa  mengukur penghasilan yang mereka punya di setiap bulannya dan menjadi suatu harapan bagi mereka dan keluarganya akan penghasilanhya,tapi sekarang ini mereka merasa semua nya menjadi sesuatu yang sulit.

Bagi karyawan yang merupan perantau yang terkena PHK karna dampak covid 19 ini mereka pun di hadapi oleh dilema yang besar karna jika mereka terus berada di ibu kota dengan tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan merupan sesuatu yang sulit bagi mereka,namun untuk kembali ke kampung halaman pun mereka sedikt ragu,ada kekhawatiran bagi mereka akan tidak di terima nya mereka oleh warga kampungnya karna di akibatkan warga kampung yang khawatir bahwa warga yang baru saja pulang dari perantau akan membawa virus covid 19 dan berakibat tidak baik bagi kampunya.bahkan seperti yang sering kita saksikan di televisi,warga perantau yang nekat pulang ke kampungnya di haruskan karantina mandiri,jika warga perantau tidak bersedia maka akan di isolasi di suatu tempat yang sudah di sediakan atau di persiapkan oleh pengurus kampung mereka,sedangkan jika memaksakan hidup di tanah rantau mereka tidak memiliki biaya untuk bayar kos atau kontrakan sebagaimana tempat mereka berteduh selama ini.Jadi bagi karyawan yang tekena PHK yang merupan imbas dari adanya virus covid 19 ini menjadi sesuatu pilhan yang sulit,namun mau tidak mau mereka harus tetap berusaha untuk kelangsungan hidupnya.

Pada dasarnya negara sudah menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan pekerjaan yang telah di atur di atur dalam pasal 27 ayat (2) Undang-Undang dasar tahun 1945(“UUD 1945”) yang berbunyi : “tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan“

Di samping itu berdasarkan Perpres 36 tahun 2020 tentang pengembangan kopetensi kerja melalui program kartu prakerja  pak jokowi sudah meembuat kebijakan tetang kartu prakerja yang ditetaapkan di Jakarta pada tanggal 26 februari 2020. yang di peruntukan bagi masyrakat yang terkena PHK,masyarakt yang mendapatkan fasilitas kartu prakerja akan mendapatkan uang saku selama tiga sampai 4 bulan.namun untuk mendapatkan nya di perlukan seleksi.karna tidak semua orang akan pendapatkan kartu pra kerja tersebut.bahkan setelah mendaftar secara online barulah di lakukan tahapan seleksi berdasarkan motivasi dan kemampuan sehingga tak semua yang daftar bisa lolos seleksi.

kemudian bagaimana dengan warga masyrakat yang memang terkena PHK dan membutuhkan dana bagi kelangsungan hidupnya?karna untuk urusan kebutuhan hidup masyarkat mau tidak mau tetap harus tetap berusaha agar kehidupan nya tetap berjalan meskipun dalam kondisi yang memprihatinkan seperti sekarang ini.

Berat rasanya menerima kenyataan pahit yang terjadi bagi karyawan yang terkena PHK dampak dari mewabahkan virus covid 19 ini.namun semua kenyataan ini adalah suatu ketentuan yang sudah di tentukan oleh Sang Pencipta sebagai ujian bagi umat manusia,sudah seharusnya kita tawaqal dan bersabar atas segala yang sudah di takdirkan tanpa putus asa,terus berusaha agar ujian ini cepat berlalu dan keadaan akan kembali pulih serta wabah covid 19 ini segera hilang,sehingga perekonomian global mampu kembali bangkit dan warga masyarakat dapat mendapatkan kembali pekerjaan yang layak bagi dirinya yang mampu menopang kehidupan keluarganya.

Penulis : Juventia Devi

Mahasiswi Semester VII, Universitas Pamulang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

 143 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!