Dana APBD 696 Juta, DINSOS Ngawi Berencana Dirikan Shelter Gepeng Dan WTS


Kondisi Gedung LBK Yang Akan Digunakan Shelter

Arya Media, Ngawi – Dalam mengatasi maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) serta Wanita Tuna Susila (WTS) yang tersebar di sepanjang titik keraiman kota, Pemkab Ngawi melalui Dinas Sosial berencana melakukan pembangunan Shelter atau tempat rehabilitasi dengan memanfaatkan gedung Loka Bina Karya (LBK) yang sejak dua tahun pasca di rehap mangkrak.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi Drs.Tri Pujo Handono saat dijumpai awak media Arya Media, Senin ( 20/03/2018 ).

“Memang benar, kami berencana melakukan pembangunan Shelter / rehabilitasi gepeng dan wts tahun ini, dengan anggaran Rp 696 juta APBD Ngawi tahun 2018. Anggaran tersebut sudah termasuk dalam perencanaan rencana pembangunan shelter”, tuturnya.

Baca Juga :  Aparat TNI Himbau Warga Disiplin Protokol Kesehatan

Dikesempatan yang sama, “lokasi shelter dengan memanfaatkan gedung LBK yang sudah tutup, dulu LBK sendiri dimanfaatkan guna memberi pelatihan pada PMKS yang langsung di bawah naungan Dinas Sosial Propinsi, sejak diterbitkannya UU 23 tahun 2014 LBK penangananya kembali ke Daerah yang sekarang rencananya sebagai rumah rehabilitasi gepeng dan wts”, Ujar salah satu staf Dinsos Ngawi.

Baca Juga :  Ribuan Warga PSH Winongo Tunas Muda Magetan Gelar Suran Agung Dengan Damai

Bahkan staf Dinsos sempat menampik kondisi LBK Ngawi pasca di rehap th 2014 mangkrak. “Tidak benar kalau di katakan mangkrak atau tidak dimanfaatkan, karena setahu saya gedung itu di gunakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana. (DP3A-KB) untuk rumah aman anak – anak yang bersentuhan hukum”, Ketika di tunjukkan foto kondisi gedung LBK yang penuh semak belukar dengan tumbuhan menjalar yang menutup pagar gedung .

“Apakah ini layak digunakan dan ditempati anak-anak….? Ia diam dan menjawab, mungkin baru musim penghujan ini, belukar itu tumbuh”, jawabnya.

Baca Juga :  Komplotan Curanmor Berhasil Ditangkap Polres Magetan

Trobosan pembangunan Shelter dikarenakan setiap kali dilakukan penertiban, gepeng dan wts yang tertangkap hanya di data dan diberikan sosialiasi. Namun tidak pernah direhabilitasi. Selain itu Tripujo Handono juga mengungkapkan, bahwa Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Ngawi hingga saat ini belum memiliki tempat untuk rehabilitasi bagi gepeng dan WTS.

”Rencananya, Shelter yang kami miliki, tidak hanya untuk rehabilitasi gepeng dan wts namun juga untuk penampungan sementara orang gila pasca perawatan yang belum di jemput keluarganya”, pungkas Tri Pujo H. (BB/Redk)

 1,058 total views,  17 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!