Diduga Melakukan Korupsi, 2 Perangkat Desa Dawung Ditangkap Polisi


ARYA-MEDIA, Ngawi – Kepala Desa bersama perangkat Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, bakal merasakan dinginnya jeruji besi penjara. Karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan desa yang bersumber dari pendapatan asli desa (PAD).

Oknum Kepala Desa (Kades) berinisial AWS dan seorang perangkatnya, telah ditangkap anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi. hal ini di ungkapkan dalam Pers Rellease di markas Kepolisian Polres Ngawi.

Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu membenarkan penangkapan terhadap oknum Kades Dawung dan seorang perangkatnya. ” Ya benar, kita telah mengamankan seorang Kades yang telah melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) untuk tahun anggaran 2014 Desa Dawung”, ucapnya di depan awak media, Senin (28/1/2019).

Baca Juga :  Kemeriahan Gumelaring Kadipaten Purwodadi Ciptakan Lahan Bisnis Dadakan

Kapolres menjelaskan, Sesuai dengan hasil pemeriksaan, AWS memerintahkan kepada KD seorang perangkat desanya untuk menyewakan tanah kas Desa Dawung berupa tanah bengkok eks Sekretaris Desa (carik) selama 6 tahun terhitung mulai 2014 sampai 2020. Selanjutnya oleh KD disewakan kepada Donald Samidi sebesar Rp 153.435.000.

Sedangkan hasil sewa tanah bengkok tersebut senilai Rp 123.435.000 diserahkan kepada AWS dan sisanya sebesar Rp 30.000.000 dipegang oleh KN. Dari hasil Uang sewa tersebut, yang seharusnya masuk dalam pengelolaan keuangan kas desa, justru oleh AWS dan KD dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Rumah Warga Roboh dan Rusak Akibat Hujan Disertai Angin Kencang

“Uang hasil sewa tanah kas desa itu tidak dimasukan ke KAS desa sebagai PADes, justru dipergunakan untuk kepentingan pribadi oleh AWS maupun KN. Dengan bukti yang kuat mendasar keterangan yang ada akhirnya kita lakukan penahanan,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, (28/01).

Dari hasil penyidikan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa, satu lembar foto copy surat perjanjian sewa tanah kas desa, satu lembar kuitansi penyerahan uang, satu lembar foto copy rekening koran kas Desa Dawung dan beberapa barang bukti lainnya.

“Menurut hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dari Inspektorat Kab. Ngawi menyimpulkan, hasil penerimaan yang tidak disetorkan ke kas Desa dawung sebesar Rp. 153.435.000. sedangkan KD mengembalikan uang sebesar Rp. 30 juta ke kas Desa. Jadi akibat perbuatan tersangka, mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp. 123.435.000”, jelas Kapolres

Baca Juga :  KKP Tandatangan Pinjam Aset Daerah, Kampus Poltek AKP Sidoarjo Bakal Hadir di Magetan

Tersangka AWS dan KN dijerat dengan UURI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 55 KUHP. “Karena sudah memenuhi dalam pemberkasaan di kejaksaan, tersangka AWS sudah dinyatakan P-21 alias lengkap. Sedangkan KN masih dalam proses penyidikan dan berkasnya akan dipisah (splitsing)”, Pungkasnya. (ren/redk)

 

 1,645 total views,  13 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!