Dinas PUPR Magetan, Lakukan Rehabilitasi Saluran Penangkal Banjir


Magetan, Arya Media– Sudah kesekian kali, Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR), Bidang Sumber Daya Air (SDA), melakukan pembenahan saluran irigasi di beberapa titik rawan banjir yang ada dikabupaten Magetan.

Dinas yang dijuluki sebagai pendongkrak pembangunan ini, khususnya bidang SDA, sedang gencar menangani penanggulan banjir, karena sudah memasuki musim penghujan, yang berdampak pada rusaknya saluran air yang ada di Desa.

Maka dari itu PUPR melakukan rehabilitasi sepanjang kurang lebih 200 meter,  berupa bangunan tanggul dan peninggian pasangan lama, serta penambahan bangunan pengarah aliran untuk mengurangi backwater (Arus Balik). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, apabila saat musim penghujan dengan debit aliran yang besar, akan lebih aman dan tidak akan terjadi luapan lagi.

Baca Juga :  Magetan Darurat Corona, Warga Magetan Bertambah 2 Orang Positif Covid-19

Seperti yang berada pada ruas saluran yang berada di Desa Balerejo, Kecamatan Kawedanan, karena terdapat pertemuan aliran air dengan saluran pembuangan dari permukiman, dan jika musim hujan, mengalami backwater atau arus balik yang membikin tanggul tergerus dan mengakibatkan luapan banjir, sehingga masuk ke lahan sawah dan bisa merusak tanaman persawahan warga.

Baca Juga :  Terduga Teroris JI Di Magetan Berhasil Ditangkap Densus 88

Saluran Sampung yang memiliki areal layanan seluas 97 hektar terbagi, 31 hektar di Ds.Balerejo, 53 hektar di Ds.Sampung, dan 9 hektar di Ds.Kawedanan. semua itu membutuhkan penanganan dalam bentuk perbaikan pembangunan dan penambahan bangunan saluran.

Pelaksanaan pembangunan yang dibilang sukses ini, dimulai tanggal 27 september s/d 25 Nopember 2017, ini memakan waktu sekitar 60 hari sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang ada.

Baca Juga :  Beredar Kabar, Exit Tol Kabupaten Magetan Bakal Berdiri di Desa Jajar
Yuli Karyawan Iswahyudi ST, Kabid SDA

Yuli Karyawan Iswahyudi. ST, selaku Kabid PU SDA mengatakan, “pembangunan tanggul ini bahwasannya, sebagai pencegah banjir, yang diakibatkan backwater, karena disebabkan pertemuan dua saluran air sehingga mengakibatkan banjir”, ungkap Yuli, (15/11/2017).

“Ini semua, karena adanya laporan dari warga Desa yang katanya, disaat musim penghujan sering terjadi banjir dari luapan saluran yang masuk ke lahan sawah dan merusak tanaman, maka dari itu kami menindaklanjutinya, dan alhamdulillah pelaksanaannya sesuai yang direncanakan”, terangnya kepada Arya-Media.com (Red)

 2,028 total views,  10 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!