UA-163642268-1

Dinilai Kurang Tegas, Satpol PP Masih Ancang-Ancang Untuk Menutup Cafe Tidak Berijin


ARYA-MEDIA, Magetan – Upaya Satpol PP dalam menangani kasus penutupan Cafe sekaligus Tempat Hiburan Malam yang berada di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, pada hari Selasa (12/3) kemarin, dinilai kurang tegas. Karena sampai saat ini, pihak satpol PP dan Damkar Kab. Magetan belum melakukan penyegelan terhadap Cafe yang dicurigai juga berjualan minuman keras (Miras) tersebut.

Padahal jelas, dalam surat keputusan nomor : 001/13.14/403.117/PNTP/I/2019 mengatakan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab. Magetan, telah menerbitkan tentang penutupan Rumah Makan dan Karaoke yang diajukan oleh Pemilik tanah (SM) agar diberhentikan ijin dan operasinya.

Melihat hal itu, Satpol PP kab. Magetan yang dikomandoi oleh Kepala Satuan (Kasat) Chanif Tri Wahyudi, pihaknya hanya melakukan tidakan prefentif saja, yaitu dengan melakukan penyitaan beberapa barang sebagai barang bukti tanpa ada penyegelan cafe tersebut.

Baca Juga :  Dikira Boneka, Seorang Petani Temukan Bayi Tak Berdosa Di Kali Lanang

“Yang pasti, segera akan saya eksekusi cafe tersebut, tetapi kami harus ada SOP tersendiri untuk melakukan itu”, kata Kassat Pol PP Chanif Tri Wahyudi melalui telpon selulernya, Rabu (13/3/2019).

Satpol PP Menunjukkan Hasil Barang Bukti Sitaan Dari Pemeriksaan Cafe Di Kecamatan Parang, Kab. Magetan, (12/3/2019).

Kasat menjelaskan, karena cafe tersebut masih dalam sengketa, pihaknya akan memanggil kedua belah pihak antara pemilik tanah (SM) dan PDW, untuk dilakukan mediasi. “Kemarin sudah kami panggil yang bersangkutan, tetapi yang satunya tidak hadir”, terangnya.

Baca Juga :  Aktivis Mahasiswa PMII Dan GMNI Gelar Demo Tolak MD3

Disinggung terkait surat dari DPMPTSP yang telah menyatakan bahwa Cafe tersebut sudah dicabut ijin dan operasinya, yang seharusnya dilakukan penutupan atau penyegelan, Kasat Pol PP mengaku, bahwa pihaknya baru mendapat surat tembusan tersebut hari Selasa (12/3) kemarin. “Surat itu baru kemarin saya terima lo mas, padahal disitu diterbitkan mulai tanggal 18 januari 2019 bulan lalu. Jadi kami harus croscek terlebih dahulu”, ungkapnya kepada Arya-Media.(13/3)

Baca Juga :  Partai Demokrat Optimis, Suara Mayoritas Diraih Khofifah & Emil Dardak

Menurut pantauannya diketahui bahwa, beberapa cafe dan karaoke tempat hiburan malam yang tersebar di Kabupaten Magetan, diduga banyak yang tidak mempunyai ijin secara resmi (Ilegal). Mengetahui hal tersebut, Kasat Pol PP Chanif Tri Wahyudi menegaskan, “Tidak hanya cafe yang ada di Parang saja, bagi cafe-cafe yang tidak mentaati aturan atau tidak berijin, secepatnya bakal kami lakukan penyegelan atau penutupan. Tentunya secara prosedural mas”, tandasnya. (ren)

 475 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!