Dirjen Minta Waduk Tukul Dipercepat, Optimalkan Jam Kerja


ARYA-MEDIA, Pacitan – Dirjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Harry Suprayogi meminta pelaksanaan pembangunan waduk Tukul di Desa Karanggede, Arjosari dipercepat. Sehingga hasilnya dapat segera dinikmati oleh masyarakat.

“Jangan lebih dari November 2019,” katanya ketika meninjau lokasi proyek tersebut, Sabtu (22/9/2018).

Saat ini progres pembangunannya mencapai lebih dari 71 persen. Instruksi percepatan itu diberikan mengingat musim kemarau hampir berakhir. Sehingga proses pengerjaan harus dioptimalkan. Sebab, ketika musim penghujan, pekerjaan tidak dapat dilakukan secepat sekarang. “Optimalkan jam kerja,” pesannya.

Baca Juga :  Waspada : 2 Orang Pelajar Di Ngawi Dibegal Orang Tak Dikenal

Waduk Tukul sendiri mulai dikerjakan tahun 2015 dari kontrak pada tahun 2014. Kapasitasnya mencapai sembilan juta meter kubik dan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan. Air bendungan digunakan untuk irigasi, sumber air baku, dan upaya pengendalian banjir. Karena sungai yang dibendung merupakan anak Sungai Grindulu.

Dirjen juga berpesan agar pemerintah daerah juga berperan dalam antisipasi dampak sosial. Salah satunya potensi bencana alam yang mungkin timbul dikemudian hari.

Baca Juga :  Ngopi Periben Jilid 2 SRPB Magetan, Gerakan Pentahelix Percepatan Penanganan Covid-19

Menanggapi hal itu, Bupati Indartato mengiyakannya. Karena telah menjadi tugas pokok sebagai bagian dari pelayan masyarakat.

“Kita berikan sosialisasi, pengertian kepada masyarakat tentang bahaya bencana alam. Karena setelah selesai dibangun dan berfungsi, daerah sekitar bendungan akan berkembang. Salah satunya sebagai tujuan wisata. Sehingga harus ditata agar tidak menyalahi aturan,” tandasnya. (sus/ops/redk)

 839 total views,  3 views today

Baca Juga :  Lawan Corona Magetan Bisa : Pemkab Prioritaskan Anggaran Untuk Penanganan Covid-19


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!