Ditertibkan Satpol PP, Para PKL Sanggup Bikin Kios Dengan Rapi dan Indah


ARYA-MEDIA, Magetan – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magetan, melakukan penertiban beberapa kios pedagang kaki lima (PKL) yang berada di selatan Pasar Sayur Kabupaten Magetan. Senin (09./03/2020)

Penertiban PKL di timur Pos Polisi Lalulintas Pasar Sayur tersebut, dilakukan petugas Satpol PP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan, dalam upaya Pemerintah untuk menjaga keindahan dan kerapian di jalur protokol tepatnya di jalan penghubung antara jalan Yos Sudarso, Mayjen Sungkono, MT Hariyono menuju ke Jalan Kunthi.

“Kita hanya membantu saja, ini sesuai kesepakatan awal antara pedagang, dengan Komisi D DPRD dan Disperindag Magetan, bahwa kios di sepanjang jalan Kunthi akan ditata supaya terlihat rapi, “kata Andi Tri Sulistyo Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Magetan, Senin (03/09).

Salah Satu Lapak PKL Ditertibkan Satpol PP, Karena Menyalahi Perjanjian Yang Sudah Ditentukan.

Andi menjelaskan, kesepakatan bersama antara 3 belah pihak tersebut, berisi bangunan kios akan diseragamkan, dengan pemberian atap dan tiyang pada tiap-tiap kios. “Kesepakatanya, sebanyak 10 kios ini akan disamakan, diberi atap dan tiyang dari anggaran swadaya para pedagang sendiri,“ jelasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL, Umiyati membenarkan hal tersebut. Sesuai dengan kesepakatan awal bahwa para pedagang diijinkan tetap berdagang dengan syarat agar bersedia untuk memperindah bangunan kiosnya supaya terlihat indah dan rapi.

“Untuk sementara boleh dibuat berdagang tapi dengan syarat harus rapi dan bagus. Maka dari itu, mulai hari ini kami membenahi 10 kios dengan cara gotong royong atau patungan,” ujar Sumiyati kepada Arya Media, Senin (09/03).     

Selain itu, lanjut Sumiyati, para pedagang juga sudah sepakat dengan Pemkab Magetan bahwa, apabila Pemerintah sewaktu-waktu memerlukan wilayah itu untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), maka semua PKL di sepanjang jalan tersebut bersedia pindah tanpa ada permasalahan dikemudian hari.

“Intinya diijini untuk berdagang mas, dan semua pedagang sudah sepakat dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai bahwa apabila Pemerintah ada program pembangunan ditempat itu, semua pedagang bersedia di relokasi atau digusur,“ pungkasnya. (Ren)

 955 total views,  1 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!