google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Ditresnarkoba Polda Jatim Berhasil Bongkar Peredaran Narkoba Seberat 6 Kilo, Dua Orang Jadi DPO


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Jaringan peredaran Narkoba jenis sabu di wilayah Kota Surabaya, berhasil dibongkar jajaran Ditresnarkoba Polda Jatim. Tersangka kurir sabu tersebut diringkus pada (16/2), di Kupang Gunung Timur, sekira pukul 16.00 WIB.

Kurir sabu yang diringkus yakni, IS alias J (35) warga Kupang Gunung Jaya, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Surabaya. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan Sabu sebanyak 22,81 gram.

Modusnya, tersangka J membeli sabu dari seseorang yang ada di Porong berinisial HRS, yang saat ini masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca Juga :  Pemberdayaan Masyarakat Jadi Agenda Utama Desa Sugih Waras

“Rencananya, sabu seberat 22,81 gram oleh tersangka akan di jual dengan dijadikan paketan kecil,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (18/2).

Didampingi Wadirresnarkoba AKBP Aris Supriono dengan Kasubdit I Ditresnarkoba Kompol Daniel Manduri. Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, hasil ungkap kasus tersebut bekerjasama dengan Polres Mojokerto Kabupaten.

“Anggota terus kembangkan hasil ungkap tersangka utama dan akhirnya kembali meringkus tersangka lain di Sidoarjo,” jelasnya.

Sementara itu, hasil pengembangan Polisi berhasil meringkus satu tersangka lain yakni, ES (27) warga Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Baca Juga :  Blitar Tidak Masuk Program Alat Deteksi Tsunami

“ES berhasil diringkus di rumah kontrakannya, di Jalan Raya Suko Legok, Desa Legok Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Tersangka ES adalah anak buah dari HRS yang saat ini menjadi DPO polisi,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim, (18/2).

Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan sabu seberat 5 kilo gram, yang dibungkus menggunakan teh cina. “Saat penggeledahan, petugas menemukan 5 (lima) bungkus sabu yang dibungkus dengan teh cina, dengan berat 5,521 gram, serta 7 (tujuh) bungkus plastik klip berisi narkoba dengan berat 455 gram,” jelasnya.

Hasil interograsi polisi terhadap tersangka ES, barang haram tersebut milik RMB yang kini menjadi DPO, dan satu orang lain SNY yang juga menjadi DPO.

Baca Juga :  Geger...!!! Penemuan Mayat Bayi Laki-Laki di Dalam Pondok Pesantren

“Jika berhasil, tersangka ES akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 50 juta. Kini anggota masih memburu dua tersangka lainnya yang diduga menjadi bandar besar sabu,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup. (Redk)

 148 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!