DPO Kasus Aborsi Dihotel Sudah Tertangkap


Saat Pers Rilis Di Polres Magetan

Magetan, Arya Media- Satreskrim Polres Magetan, akhirnya berhasil menangkap Suryanto yang sudah menjadi DPO Kepolisian Resort Magetan, dia adalah pelaku utama praktek aborsi, yang menyebabkan Korban Fitri Zhuliani tewas dikamar hotel sebelum diselamatkan.

Penangkapan ini, berselang beberapa hari setelah kejadian praktek aborsi ini terkuak (5/12/2017), dan ini menjadi akhir pelarian Suryanto (40), warga Kelurahan Sampung Kecamatan Kawedanan Magetan, yang menjadi buronan polisi karena terlibat kasus aborsi terhadap Fitri Zhuliani (21), warga Sukorejo Ponorogo.

Tim Resmob Polres Magetan, dengan cepat berhasil menangkap pria yang tak lain adalah pecatan perawat Puskesmas Bendo Magetan, tertangkapnya pelaku adalah di Kawasan Masjid Ampel Surabaya, jumat malam, (08/12/2017).

Baca Juga :  Kejari Magetan : Mantan Kades Baleasri Ditetapkan Sebagai Tersangka

Suryanto mengaku kepada petugas, dia sudah pernah melakukan praktik aborsi sebanyak tiga kali, namun untuk ketigakalinya terbilang gagal, karena menyebabkan korban meninggal dunia.

AKP Suyatni, Kasubbag Humas Polres Magetan

Modus pelaku adalah, dengan cara memberi obat oxytosin, yang disuntikkan ke tubuh korban. Oxytosin adalah obat untuk mempercepat proses persalinan, yang didapat dari apotek langganannya, sedangkan untuk setiap praktek aborsi yang dilakukan mendapatkan imbalan sebesar Rp 2,5 juta.

Baca Juga :  Polresta Sidoarjo Siapkan Operasi Ketupat Semeru 2019

“Saya sudah melakukan praktek ini sebanyak tiga kali pak, dengan cara memberi obat suntikan, tetapi yang ketiga gk berhasil”, ucap Suryanto.

Menurut keterangan AKP Suyatni, Kasubbag Humas Polres Magetan, atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 194 undang-undang RI nomer 36 tahun 2009, tentang kesehatan, yaitu dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (Red)

 272 total views,  3 views today

Baca Juga :  Karnaval Kecamatan Gerih, Semarakkan Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke-74


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!