UA-163642268-1

Eratkan Silaturahmi, Bupati Ngawi Lakukan Safari Ramadhan Di Masjid Agung


ARYA-MEDIA, Ngawi – Bulan Ramadhan menjadi jembatan untuk menyapa rakyat sekaligus sebagai bukti kepekaan dan kedekatan Pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat. Apalagi dalam pelaksanaan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan banyak yang bersifat kolektif, seperti kegiatan berbuka atau shalat tarawih, sehingga memudahkan untuk berkomunikasi secara lebih massif, efektif dan efisien tanpa harus bersusah payah mengumpulkan massa atau masyarakat.

Hal ini juga dilakukan oleh Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, yaitu dengan melakukan Safari Ramadhan dengan mengisi kultum waktu menunaikan shalat tarwih berjamaah, di Masjid Agung Ngawi, Selasa (7/5/2019).

Pada kesempatan itu, Bupati mengajak masyarakat untuk meninggkatkan ibadah kepada Allah selama bulan Ramadhan. Karena bulan suci ini merupakan bulan margfirah dan banyak kelebihah yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga :  Desa Jatigreges Mengulang Kesuksesan Kedua Dalam Rangka HUT RI ke 74

“Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat. Untuk itu manfaatkanlah momen bulan puasa ini untuk meningkat amal ibadah sebanyak-banyaknya,” kata Bupati Budi Sulistyono yang akrap dipanggil Kanang.

Bupati mengungkapkan, dengan bersafari di bulan Ramadhan, Pemkab dapat mengetahui keluhan-keluhan yang ada di masyarakat. “Dengan begitu, pemerintah jadi tahu persoalan di lapangan secara persis. Sehingga kebijakan yang akan dimabil betul-betul tepat sasaran,” terang Bupati Ngawi.

Baca Juga :  Aksi Peduli GSPS Lakukan Penggalangan Donasi Korban Tsunami Palu Dan Donggala

Safari juga dimaksudkan sebagai ajang silaturrahim. Lanjut Bupati, tradisi silaturrahim sangat dianjurkan, karena memiliki efek yang sangat konstruktif baik bagi kehidupan individu maupun sosial. Sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah SAW, silaturrahim memiliki banyak manfaat. Diantaranya adalah memperpanjang usia dan memperbanyak rezeki bagi yang melakukannya.

“Silaturrahim, secara tidak langsung memperkuat persatuan dan kebersamaan. Baik antara kalangan masyarakat sendiri, maupun antara masyarakat dengan pemerintah,” jelasnya kepada awak media, (8/5).

Kanang juga mengakui, bahwa persoalan masyarakat memang masih banyak. Kemiskinan masih menjadi problem utama. Pengangguran juga masih menjadi problem bersama. Walaupun upaya terus dilakukan dan sebagian persoalan sudah dapat ditanggulangi, pekerjaan dan tugas untuk kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Ngawi masih belum terselesaikan.

Baca Juga :  Tim Kesehatan Bersama Puskesmas Tiris, Mutlak untuk Dukungan Kesehatan Warga

“Perjuangan itu masih panjang, dengan safari Ramadhan seperti yang telah saya lakukan, saya jadi tahu pokok masalah yang dihadapi masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terapresiasi secara baik. Aspirasi dan harapan masyarakat bisa menjadi masukan secara langsung bagi Pemerintah untuk ditindaklanjuti pada masa-masa yang akan datang,” pungkasnya. (ren)

 1,017 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!