Evaluasi BPNT Magetan, Sucipto Akan Tindak Tegas Terhadap Monopoli Beras


ARYA-MEDIA, Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Sosial (Dinsos), lakukan Rapat Evaluasi terkait program bantuan pemerintah, yakni Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bertempat di hotel bukit bintang, Jalan Mayjen Sukowati, Pukul14.00 Wib, Jumat (14/12/2018).

Dalam evaluasi tersebut membahas terkait penyaluran BPNT di Kabupaten Magetan dengan memberikan pengarahan serta penjelasan kepada Pemerintah Desa yang mungkin mengalami kendala-kendala di lapangan saat ini.

Sedangkan, akhir-akhir ini terdapat keluhan dan permasalahan yang ada di Desa-desa, mulai dari pendataan sampai dengan peneriamaan bantuan pangan berupa beras dengan kualitas yang buruk kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Informasi yang didapat Arya-Media, dari salah satu Kepala Desa yang berada di wilayah Kecamatan Kawedanan mengaku, bahwa ada Desa mengalami kendala dari mutu beras yang didapatkan warga dengan kualitas jelek (dibawah kualitas beras Medium) tetapi dengan harga standart medium.

Baca Juga :  Pemkab Lakukan "Sosial Distancing" Cegah Penyebaran Covid-19, Satpol PP Magetan Belum Tutup THM

“Saya mencurigai ada permainan dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang mengarahkan E-warung untuk mengambil beras tertentu, dan memainkan harga untuk mengambil keuntungan tersendiri”, ungkapnya (14/12).

Ia juga mengatakan, untuk beras yang bekerjasama dengan TKSK, selama dua bulan ini sudah dikembalikan karena kwalitas jelek. “Contohnya kawedanan mas,  beras yang di drop oleh TKSK selama dua bulan, dikembalikan karena kwalitasnya jelek”, terangnya kepada Arya-Media.

Masih dengan Kades menambahkan, ada juga permainan harga dari Desa tetangga yang memanfaatkan program ini untuk mencari keuntungan tersendiri. “Yaitu, harga dari pengusaha beras sebesar 9 ribu, dinaikkan jadi Rp. 9.300, kemudian oleh oknum dinaikkan jadi Rp. 9.500, sedangkan E-warung menjualnya 10 ribu”, imbuhnya.

Baca Juga :  Sambang Desa Nitikan, Bupati Blusukan Ke Rumah Warga Tampung Potensi Dan Aspirasi
Sucipto, SH. M.Hum, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan.

Dari sini terlihat jelas, bahwa program bantuan pemerintah bagi masyarakat tidak mampu masih dimonopoli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Dijelaskan bahwa, untuk pulau Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan, beras medium harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 ribu perkilogram. Sedangkan untuk beras premium dibatasi maksimal Rp 12.800 perkilogram.

Untuk wilayah Magetan, harga pasaran beras lokal berkisar antara Rp 8 ribu, Rp 9 ribu, hingga Rp 10 perkilogram, tergantung kwalitasnya. Untuk premium yang merupakan beras dari pabrikan, biasanya Rp 13 ribu perkilogram.

Baca Juga :  Bupati Sebagai Narasumber, Sosialisasikan PPID Bagi Seluruh Jajaran Pemerintah

Saat dikonfirmasi kepada Sucipto, SH. M.Hum, sebagai Kepala Dinas (Kadin) Sosial Kabupaten Magetan menanggapi hal tersebut. Pihaknya sudah memberikan ultimatum kepada TKSK dan PKH (Program Keluarga Harapan), bahwa dilarang bermain harga atau mencari keuntungan dengan memainkan harga beras. “Apabila TKSK dan PKH melakukan hal itu dan terbukti, akan saya lakukan tindakan tegas”, jelasnya.

“Setiap senin saya lakukan apel dan sosialisai kepada masing-masing pendamping, baik TKSK maupun PKH, bahwa dilarang untuk bermain harga. Yang jelas kalau terbukti pasti akan saya beri sanksi”, tandasnya. (ren)

 1,195 total views,  9 views today


One thought on “Evaluasi BPNT Magetan, Sucipto Akan Tindak Tegas Terhadap Monopoli Beras

  • 16/12/2018 at 04:06
    Permalink

    Asslm ….
    timbangan pun SANGAT PERLU DIPERHATIKAN sdh kah sesuai dgn berat ???

    jika ingin elegant berikan kesemlatan kepada RMU kecil menjadi pelaksana. Melalui BUMDes /KOPERASI DESA …….
    akan jauh memberikan warna dan kesempatan .
    🙏🙏🙏

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!