UA-163642268-1

Fokuskan Evakuasi Korban dan Kirim Bantuan, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Bencana di NTT


ARYA-MEDIA | NUSA TENGGARA TIMUR – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau lokasi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/4/2021).

Bersama rombongan, keduanya meninjau Desa Amakaka yang berlokasi sekira 10 Kilometer (Km) di bawa kaki Gunung Ile Lewotolok, untuk melihat langusng kondisi rumah masyarakat yang hancur akibat bencana alam.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, bahwa TNI-Polri masih fokus melaksanakan proses evakuasi korban dan menyalurkan sejumlah bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga :  Semarak Jalan Sehat Hari Jadi Ke- 74 Provinsi Jawa Timur

“Hari ini berhasil ditemukan enam jenazah. Personel TNI-Polri bersama instansi lainnya masih terus mengevakuasi dan mencari korban bencana banjir di NTT,” kata Argo yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut, Kamis (8/4).

Dijelaskan Argo, Korps Bhayangkara sendiri telah mengirimkan sebanyak 9,5 ton bantuan sosial (bansos) ke NTT. Seperti, sabun mandi cair, pembersih lantai, Handsanitizer, sabun cuci tangan, susu bayi dan UHT, vitamin, serta sejumlah obat-obatan yang dibutuhkan. Selain itu, Polri juga memberikan bahan pokok berupa beras tujuh ton, air mineral, alas tidur, selimut, handuk, sarung serta makanan lainnya yang diperlukan.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Bazzar Via Vallen Dibuka Wabup Sidoarjo

“Selain proses evakuasi, kami juga menyalurkan bantuan untuk meringankan bebas masyarakat di sana,” jelas Argo.

Berdasarkan data pada Rabu malam (7/4), total korban jiwa bencana alam NTT, di beberapa kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa. Rincian korban meninggal dunia tersebut, yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1. Sedangkan korban hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rincian sebagai berikut Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6.

Baca Juga :  Festival Batik Ngawi 2018 Angkat Tema "Keragaman Motif Batik" Agar Mendunia

“Sementara, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit, dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154,” pungkasnya. (Redk)

 507 total views,  8 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!