UA-163642268-1

Forkopimda Jatim Perketat Repatriasi Kedatangan PMI


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Jajaran Forkopimda Jawa Timur, melakukan peninjauan repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang masuk di Terminal 2 Bandara Juanda Sidoarjo. Selanjutnya para PMI dari berbagai wilayah tersebut, dibawa ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (1/5/2021).

Rombongan Forkopimda Jatim, yang terdiri dari Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, dan Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono, serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, secara langsung memastikan proses repatriasi dengan screening di Bandara Juanda berjalan lancar. Sehingga dapat memastikan para PMI dapat terjaring sebelum masuk ke wilayah Jawa Timur.

Dibantu oleh Subsatgas Bandara dan Satgas Repatriasi PMI jatim, gabungan dari Personel KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), Imigrasi, Dinas kesehatan, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri, melakukan proses screening terhadap para PMI, dan membawa ke Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, untuk dilakukan proses karantina selama dua hari, sebelum di pulangkan kerumahnya masing-masing.

Baca Juga :  Terjawab Sudah....!! Alasan Perangkat Yang Absen Dari SOTK Desa Pangkur

Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto menjelaskan, bahwa para PMI ini secara moril tidak ada masalah, karena semuanya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Selama di sini (Asrama Haji), mereka mendapat makan, digelar dapur umum oleh Dinas sosial Pemerintah Provinsi Jatim, dibantu oleh Polda Jawa Timur, dan Kodam lima Brawijaya,” jelas Suharyanto, Sabtu (1/5).

Baca Juga :  Anniversary 9 Th Aliansi Jurnalis Tulungagung Menggelar Wayang Kulit

Setelah dua hari di karantina di Asrama Haji, lanjut Pangdan V Brawijaya, mereka (PMI red) nantinya akan dijemput oleh Bupati, Walikota, Dandim, dan Kapolres, dari masing-masing wilayah. Selanjutnya, dilakukan karantina tiga hari, dengan menjalani swab test sebelum bertemu dengan keluarganya.

“Kalau hasilnya negatif, mereka akan kembali ke rumahnya masing-masing. Artinya, karantinanya menjadi lima hari. Dua hari terpusat di Surabaya, kemudian tiga harinya di Kabupaten atau kota mereka tinggal,” pungkasnya. (Redk)

 405 total views,  4 views today

Baca Juga :  Pilkades Serentak Magetan : Kandidat Incumbent, Terpilih Kembali Memimpin Desa Pojosari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!