UA-163642268-1

Gabungan Wartawan Dan LSM Se-Malang Raya Laporkan Oknum Debt Collector Ke Polisi


ARYA-MEDIA, Malang – Salah satu wartawan online nasional di Malang, FTI (34) bersama simpatisan wartawan dan LSM se-Malang Raya, adukan sekelompok oknum Debt Collector yang berjumlah 4 orang laki – laki ke Polsek Singosari, Kamis (04/04/2019) siang.

Pasalnya, oknum Debt Collector tersebut telah menghalang – halangi dirinya saat hendak tugas kewartawanannya menuju kantor DPRD Kabupaten Malang di Kepanjen. Selain itu sekelompok oknum Debt Collector tersebut juga telah melakukan tindak penghadangan yang disertai dengan perbuatan kekerasan, tentunya juga berusaha merampas motor tersebut, namun kontak berhasil diamankan oleh pembonceng yang kebetulan salah satu mitra kerja korban dan satu profesi SO (31).

Selain kekerasan, Pelecehan juga sempat di dapatkan oleh FTI, adanya pelaku memegang bagian tubuh FTI dan berupaya untuk merebut Handphone (HP) miliknya, sehingga Handphone nya jatuh dan berhasil direbut para pelaku yang kemudian video tersebut di hapus nya beserta semua video – video yang ada pada Handphone tersebut. Selanjutnya kedua wartawan berusaha menghindari konflik tersebut, dikarenakan profesionalisme yang di tuntut tepat waktu pekerjaan telah menunggunya.

Baca Juga :  Konferensi Pers e-Votting, Sambut Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Magetan

Merasa tidak puas, para oknum Debt Collector tersebut juga telah melecehkan profesi wartawan serta menyebut beberapa institusi yang juga ikut membekinginya.

“Seharusnya mereka perkenalkan diri dulu, namanya siapa, dari mana, keperluannya apa, kan begitu?, tapi mereka ini tidak. Tepatnya di sekitaran perempatan Jalan Raya Karanglo, kami langsung di pepet dan di tendang, sontak kami kaget dan untungnya tidak jatuh. Setelah itu, saya minggir dan berhenti, kemudian 4 orang tersebut menyerang kami dengan mendorong – dorong kami berdua, setelah mengetahui kejadian tersebut di video kan, para pelaku tersebut semakin bringas menyerang kami. Bahkan, videonya pun berhasil mereka hapus beserta video – video penting lainnya,” ungkap SO saat di Polsek Singosari, (4/4).

Baca Juga :  Dua Orang Sembuh Covid-19, Magetan Posisi Ketiga Pasien Positif di Jawa Timur

Ditempat yang sama FTI juga menjelaskan, Dalam peristiwa ini, pihaknya meminta kepada pihak hukum Polsek Singosari agar merespon cepat aduannya. Karena selain kehilangan video – video penting, Korban (Wartawan) juga merasa terlecehkan yang disertai dengan kekerasan. “Seharusnya jangan seperti itu, perkenalkan dulu, kalaupun pihak kami salah kan bisa di omongkan atau datangi kerumah saya, itu lebih pas kan. Kalau oknum Debt Collector seperti ini terus di biarkan saat di jalanan, maka dikhawatirkan akan memakan korban yang lebih parah dan banyak lagi, mengingat kejadian pada peristiwa ini” terangnya.

Baca Juga :  Cegah Banjir, Drainase DD Tahap II Desa Guyung Tuntas Sesuai RAB

“Saya juga ucapkan terima kasih banyak atas kepedulian dan dukungan serta waktunya kepada teman-teman dari Wartawan dan LSM se-Malang Raya, yang mana pada hari ini Kamis (04/04) telah mendampingi kami berdua dalam rangka pengaduan atas tindakan oknum Debt Collector yang bertindak semena – mena. Terimakasih juga kepada bapak kepolisian khususnya Polsek Singosari, yang sudah menerima pengaduan kami dan berjanji akan mendalami dan menindak lanjuti perkara ini,” imbuhnya.

Diketahui bahwa, wartawan yang tergabung dalam kepedulian tersebut juga mengecam keras atas perbuatan oknum Debt Collector yang sudah di rasa layaknya seperti perampok. Dan diharapkan kepada pihak kepolisian untuk bertindak tegas sebagai mana mestinya. (pi/redk)

 919 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!