google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Gambir Sawir dan Klagen, Embrio Berdirinya Desa Klagen Gambiran


ARYA MEDIA | MAGETAN – Suatu desa tidak luput dari sejarah. Salah satunya adalah Desa Klagen Gambiran Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan Jawa Timur.

Nama tersebut berasal dari 2 wilayah, barat bernama Klagen dan timur bernama Gambir Sawit, bersatu menjadi Klagen Gambiran.

Saat dikonfirmasi pihak desa menyodorkan buku profil desa Klagen Gambiran. Didirikan oleh Pontjoleyangan bersama 3 pengrawit (Pontjosemito, Pontjoidjojo dan Golosemito) yang kemudian hilang misterius di Gunung Pandan.

Baca Juga :  Siapkan Sanksi, Pemkab Magetan Sidak 23 Tambang Galian Yang Tersebar Di Magetan

Setelah itu, desa tersebut dijaga oleh Kyai Dermosari yang sampai akhir hayatnya meninggal bertapa. Kini tempat tersebut dijadikan punden bernama Punden Dermosari.

“Masyarakat Gambiran percaya jika ditempat tersebut adalah makam dari Kyai Dermosari yang babad alas Klagen Gambiran”, ujar Sardi Yuliat selaku Kasi Pelayanan, Kamis (11/02/2021).

Baca Juga :  Lepas Sambut Danramil Lawang Dan HUT TNI Ke-73

Selaras dengan program pelestarian cagar budaya, Fitri Murjiwartono (Kepala Desa) mengatakan bahwa, pihak desa selalu mengadakan tawasul/tahlilan setiap malam Jum’at Legi di punden tersebut. Itu dilakukan sebagai agenda rutin untuk menghormati leluhur desa setempat.

“Setiap malam Jum’at Legi warga tahlilan di punden, kadang ada yang dari luar daerah. Bukan untuk musyrik, tapi untuk leluhur”, ujarnya (11/02).

Baca Juga :  Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Dialami Petani Tegal Siwalan

Selain itu, Bayu Erix Yubastian, mantan ketua karang taruna selalu memberikan pengertian kepada seluruh pemuda untuk ikut tidak melupakan sejarah desa.

“Bukan berarti musyrik, ini wujud hormat kepada leluhur, toh ini juga cikal bakal desa”, pungkasnya. (Bgs)

 624 total views,  12 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!