Gandeng “Pecel+63”, KAI Daop 7 Madiun Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan


ARYA-MEDIA, Madiun – Seringnya terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang, yang melibatkan kereta api dengan pengguna jalan dan mengakibatkan timbulnya korban. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menggandeng komunitas pecinta kereta api “Pecel+63” untuk memberikan edukasi dan sosialisasi di perlintasan sebidang, tepatnya di JPL 8 yang berlokasi di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Minggu (2/8/2020)

“Hari ini, kami berkolaborasi dengan komunitas Railfans Pecel +63, untuk mengedukasi masyarakat di Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, tentang pentingnya menjaga keselamatan di perlintasan,” ungkap Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun. Minggu (2/8).

Sebagai informasi, ad enam komunitas railfans yang menjadi binaan PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, serta tersebar di beberapa Kota dan Kabupaten. Diantaranya, Komunitas Pecel+63 di Madiun, Komunitas Brantas di Kertosono, Railfans Jombang, Railfans Kediri, Railfans Blitar dan Railfans Kota Marmer di Tulungagung.

“Tidak hanya sosialisasi keselamatan dan kemanan di perlintasan, tetapi juga dilakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan di stasiun dan di dalam kereta api. Semua kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh CSR (Corporate Social Resposibility) PT KAI melalui program Community Relation,” terang Ixfan.

Sosialisasi tersebut, lanjut Ixfan mengungkapkan, tidak hanya dilakukan oleh jajaran Daop 7 Madiun bersama komunitas Railfans saja, tetapi juga mendapat pendampingan dari kewilayahan dari Polsek Barat, Koramil Barat dan dari Kecamatan Barat.

Selain itu, pada tahun 2020 ini PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun juga telah melakukan upaya normalisasi lima perlintasan sebidang, yang tidak terjaga/tidak berpalang pintu termasuk juga cikal bakal perlintasan. “Semua itu kita lakukan, agar tidak ada lagi korban akibat terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang dan mencegah penyebaran penularan covid-19 di stasiun dan dalam kereta,” ujarnya, Minggu (2/8).

Sementara itu, dalam kurun waktu tujuh (7) bulan terakhir, telah terjadi sebanyak 27 kejadian di perlintasan, mulai dari kereta api tertemper kendaraan, pejalan kaki, hingga palang pintu yang ditabrak oleh pengguna jalan.

“Sejak awal Juli 2020, beberapa kereta api penumpang regular sudah mulai kembali di operasikan. Dan bulan Agustus ini, 3 KA yaitu KA Matarmaja, KA Pasundan dan KA Wijayakusuma juga kembali dijalankan. Artinya kereta api yang melewati wilayah Daop 7 Madiun akan kembali ramai. Oleh sebab itu, kami imbau masyarakat lebih berhati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang. Berhenti dulu, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada kereta yang sedang melintas, baru melanjutkan perjalanan. Jangan karena tergesa-gesa berakibat pada hilangnya nyawa,” pungkas Humas PT KAI Daop 7 Madiun. (Ren)

 473 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!