Genap 2 Tahun Kepemimpinan PRONA : Program Bunda Kasih & Bedah Rumah, Wujudkan Masyarakat Sejahtera


ARYA-MEDIA, Magetan – Genap 2 tahun kepemimpinan Bupati Magetan Suprawoto bersama Wakil Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, banyak perubahan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan.

Sejak pelantikan pada 24 September 2018 lalu, Bupati dan Wakil Bupati Magetan bertekat untuk mewujudkan mimpi masyarakat Magetan agar menjadi yang terdepan. Berbagai upaya juga dilakukan Pemkab Magetan, mulai dari insfrastruktur, pendidikan, sosial, pariwisata, dan budaya, serta program-program lainnya, sesuai visi misi “PRONA” (Suprawoto-Nanik) untuk mejadikan Magetan yang “SMART” (Sehat, Maju, Agamis, Ramah, dan Terampil).

Salah satunya adalah, program “Bunda Kasih dan Bedah Rumah”, yang merupakan program Pemkab Magetan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara lahir dan batin, dengan peduli kepada para lansia, serta tempat tinggal yang baik dan sehat bagi warga yang kurang mampu.

Program Bunda Kasih, merupakan salah satu program pembangunan non fisik yang bertujuan untuk membantu para lansia yang hidup kurang layak di Kabupaten Magetan. Meski baru mencover sebanyak 200 lansia yang tersebar di wilayah kecamatan, program tersebut dilakukan dengan sistem kemitraan. Harapannya bisa menjadi pengungkit pihak pihak lain untuk lebih peduli terhadap sesama. Karena, sebanyak kurang lebih 5000 lansia yang terdata di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan, masih perlu penaganan khusus dengan keterbatasan yang dimiliki oleh mereka (Lansia Red).

Menanggapi hal itu, Pemerintahan berkomitmen untuk memberikan kehidupan yang layak bagi mereka dengan mengalokasikan anggaran 300 ribu perorang setiap bulananya, yang diwujudkan dalam bentuk bantuan pangan. Dengan program tersebut, setidaknya dapat menempatkan para lansia  “Lulo“ untuk bisa hidup layak dan sejahtera di masa penghujung usia.

“Kita semua akan menuju kesana (lansia red), bagaimana mungkin kita tidak bisa memberikan yang terbaik bagi mereka,” Ujar Kang woto terkait program bunda Kasih, Kamis (24/9/2020).

Selain itu, Kang Woto juga menjelaskan bahwa, sesuai data dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Magetan, ada sekitar 7000 unit rumah yang merupakan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Untuk itu, Pemerintah secara bertahap akan terus berupaya untuk membantuan mewujudkan hunian masyarakat agar menjadi layak untuk ditempati.

“Pemerintah terus berupaya untuk memastikan masyarakat Magetan hidup dalam kondisi tempat yang layak dan sehat,“ jelasnya.

Meski pelaksanaan Bedah rumah terjadi penundaan beberapa waktu akibat situasi pandemi covid-19, Pemerintah telah menargetkan 428 unit rumah tidak layak akan dibedah pada tahun 2020, melalui beberapa program baik yang besuber dari APBD Provinsi maupun APBD Magetan melalui DAK dan DAU, serta CSR dari perusahaan maupun komunitas sosial.

“Semua itu dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari semua pihak, agar permasalahan ini bisa teratasi.“ ungkap Bupati Suprawoto, disela-sela acara bedah rumah dari CSR salah satu perusahaan Swasta di Magetan. (Ren)

 17,365 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!