UA-163642268-1

GNPK RI Dukung KPK, Anton Charliyan : Sikat Habis Koruptor, Jangan Tebang Pilih


ARYA-MEDIA | Tasikmalaya – Dewan Pembina Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi RI Jawa Barat (GNPK RI Jabar), Anton Charliyan, menanggapi atas tertangkapnya Menteri Sosial (Mensos) RI, Juliari P Batubara, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan penangkapan itu, sudah dua menteri dalam bulan Desember ini menjadi contoh kasus dalam pemberantasan korupsi di tubuh kabinet oleh KPK. Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhie Prabowo juga ditangkap KPK terkait kasus suap izin ekspor benih lobster.

“Seharusnya hal ini bisa menjadi pelajaran pahit dan peringatan super keras untuk para birokrat dan para pejabat lain agar tidak lagi berbuat korupsi,” ujar Anton dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Mantan Wakalemdiklat Polri ini menyatakan, penangkapan dua Menteri itu merupakan ‘kado’ akhir tahun dari KPK yang sangat membanggakan. GNPK RI Jabar pun mendorong KPK untuk maju terus dan jangan pernah kendor dalam memberantas korupsi.

Baca Juga :  Berdalih Mencari Rumput, Pemuda Asal Panekan Ditangkap Warga Karena Diduga Mencuri

“Kami ribuan penggiat Anti Korupsi ada dibelakang mu (KPK). Siapapun dia tidak perlu pandang bulu, jangan lagi ada istilah tebang pilih. Tidak perlu lagi lihat status, jabatan , partai , golongan, dan lainnya. Pokoknya siapa yang salah dan melanggar hukum, sikat habis demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari KKN!” tegas Anton.

Awalnya, lanjut Anton, banyak yang agak pesimis dengan kepemimpinan Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri. Tetapi seiring dengan waktu, kini keraguan tersebut terjawab sudah.

“Gebrakan-gebrakan di akhir tahun ini kami rasa merupakan salah satu jawaban, sekaligus kado istimewa buat bangsa Indonesia. Bagaikan secercah harapan untuk bisa mulai bergairah kembali dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang Good Governance dan Clean Government yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,” ujar Anton.

Baca Juga :  Tiga Orang Digrebek Polisi Saat Pesta Sabu Di Rumah

Mantan Kadiv Humas Polri itu melanjutkan, sebaiknya gebrakan itu diimbangi pula oleh institusi lain yang punya kewenangan sama di bidang pemberantasan korupsi. Terkait hal ini, Anton mengungkapkan Kejaksaan sudah mulai unjuk gigi dengan menggulirkan panggilan terhadap salah satu Tokoh Pers Nasional Karni Ilyas dan yang lainnya oleh Tipikor Kejati NTB. Hal itu, adalah sebuah terobosan yang sangat berarti dari Kejaksaan RI.

“Kini tinggal Polri yang belum kedengaran gebrakanya. Semoga Polri pun diakhir tahun ini tidak kalah dengan KPK dan Kejaksaan, ikut juga memberikan :kado istimewa’ akhir tahun yang tinggal beberapa hari lagi,” ujar Anton.

Baca Juga :  22 Bidan PTT di Magetan Sah Jadi PNS

Anton dan GNPK RI Jabar yakin dan percaya Polri pun pasti mampu untuk berbuat hal serupa. Apalagi, Kapolri yang sekarang, Jenderal Idham Azis, dikenal sebagai orang yang tegas.

“Maka permohonan kami sebagai penggiat Anti Korupsi, mohon berilah kami ‘kado istimewa’ dalam pemberantasan korupsi sebagai kenangan manis Kapolri di akhir tugasnya kepada Bangsa Indonesia.Tentu saja tanpa harus di paksakan mencari-cari dan mengada-ada, tapi bila kita lihat daftar DPO korupsi yang lama pun, masih sangat banyak yang belum tertanggkap. Bila Polri serius , kami sangat yakin pasti Polri akan bisa menangkap orang-orang di DPO kasus korupsi kelas kakap yang belum tertangkap,” pungkas Anton. (Red/Pr@)

 697 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!