Grebeg Pring Urip 2018 : Suprawoto Bupati Terpilih, Piawai Bermain Ketoprak Dadakan


ARYA-MEDIA, Magetan – Ratusan penonton terus berdatangan dari berbagai wilayah, dalam rangka penasaran untuk melihat parade Grebeg Pring Urip 2018. Bertempat di Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, sejak tanggal 7 September dimulainya acara tersebut sampai sekarang menginjak yang ke-6 harinya masih terus diserbu pengunjung yang datang.

Tampilan seni reog dan jaranan komunitas Singo Taruno dari Poncol Magetan sebagai awal pembuka, dilanjutkan dengan musik Roman Pitu etnich band dari Solo, Wayang Pring Ki Sri Widodo dari Tegal dan di akhiri ketoprak gabungan Magetan di iringi campursari cindelaras Sidomukti Plaosan sebagai penutup.

Yang lebih menarik adalah orang nomer satu di Magetan, yaitu Suprawoto Bupati terpilih 2018 juga ikut tampil bermain ketoprak untuk menyemarakkan Grebeg Pring Urip tersebut. Terlihat antusias ratusan penonton memberikan aplous tepuk tangan kepada Bupati saat memerankan sebagai Bopo Kelana dalam cerita “Kisah Cinta Dewi Sekartaji Dengan Panji Asmoro Bangun”.

Baca Juga :  Karena Depresi, Kakek 76 Tahun Tewas Gantung Diri
Foto Bupati Terpilih Suprawoto Saat Beraksi Sebagai Salah Satu Peran Dalam Ketoprak Gabungan Magetan.

Perform Bupati ini tidak main-main, karena beliau datang sebagai undangan tetapi justru ikut serta dalam pertunjukan ketoprak tanpa ada latihan atau narasi terlebih dahulu. “Saya berusahaa maksimal saja walaupun tanpa latihan dulu, tapi yang bikin spot jantung saya geroginya itu lo mas. Kalau masalah bercakap bahasa jawa halus insa’allah saya sangat paham”, tutur Suprawoto sambil tersenyum. (12/9).

Baca Juga :  Ditemukan Mayat Tanpa Kepala Akibat Tertabrak Kereta Api, Begini Kondisinya

Menurut Suprawoto atau familiar dipanggil Kang Woto mengatakan, pagelaran Grebeg Pring Urip ini perlu diperhatikan dan dibudidayakan, karena kesenian jaman sekarang banyak orang akan lupa pada seni, justru seni itu merupakan kebudayaan yang perlu dilestarikan khususnya kesenia Jawa Timur. Seperti reog, jaranan, musik angklung, wayang, ketoprak, dan lainnya yang semakin lama tergerus oleh zaman. Maka dari itu, kita sebagai warga Indonesia yang berada di wilayah Jatim khususnya Magetan mari kita lestarikan kesenian yang ada, budidayakan kesenian apapun, tunjukkan kepada dunia bahwa Magetan mempunyai potensi kesenian dan tradisi yang sangat indah.

Baca Juga :  Balita 2 Tahun Lebih Ditemukan Meninggal Mengambang di Sungai

“Kegiatan Grebeg Pring Urip ini harus kita dukung dan suport, minimal memberikan wadah atau tempat bagi para seniman untuk berupaya mengembangkan kreatifitasnya dalam meningkatkan kesenian yang ada di Kabupaten Magetan”, kata Kang Woto kepada Arya-Media.

Lanjut Kang Woto, Apalagi Gunungan Caping yang telah mendapatkan rekor dari ORI Award, itu menandakan bahwa orang Magetan khususnya warga Ringinagung juga mempunyai talenta dan potensi yang perlu dipertahankan. “Kegiatan ini harus mendapat dukungan dari Pemerintah sebagai upaya dalam melestarikan kebudayaan dan meningktkan kesejahteraan masyarakat”, ungkap Kang Woto Bupati terpilih 2018. (ren)

 1,181 total views,  42 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!