Gregetan : Ketum MPN Laporkan Kepsek SMA/SMK Negeri & Swasta Se-Kababupaten Ke Kejaksaan


ARYA-MEDIA, MPN Media Centre – Mengawali tahun 2019, sekaligus bersamaan dengan awal pencairan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS), Ketua Umum Majelis Pers Nasional ( MPN ) melaporkan Kepala Sekolah SMA, SMK Negri dan Swasta se Kabupaten Jember ke Kejaksaan Negeri.

Menurut sumber informasi, dasar pelaporan yang dilakukan diduga telah terjadi penyelewengan dana fee transaksi pembelian Buku Tema yang mencapai Rp. 8,5  Milyar lebih. Tak hanya itu, ternyata ada dugaan pelanggaran lainnya ditemukan mekanisme pelaporan Pertanggung Jawaban Penggunaan dana BOS.

Pola penyelewengan ini, Ketua Umum (Ketum) MPN, H. Umar Wirohadi, SH. MM menduga sudah terjadi sejak tahun-tahun angggaran dana BOS sebelumnya. Karena dinilai terjadi pola pembelanjaan buku semakin tidak karuan kwalitas buku dan materinya pun tidak sesuai kebutuhan guru mata pelajaran, sehingga anggaran yang bersumber dari APBN itu mubadzir dalam penggunaannya.

Baca Juga :  Warga Desa Sariwani Digegerkan Dengan Adanya Mayat

Jumlah siswa yang memperoleh dana BOS khususnya di tingkat SMA, SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Jember mencapai 75 ribu lebih siswa. Sedangkan jatah tiap siswa memperoleh Rp. 1,4 juta per tahun. Dari jumlah itu dipergunakan untuk pengadaan Buku Tema dan Perpustakaan sebesar 20%. Yang mana pengadaan/pembelian Buku Tema tersebut dilakukan oleh pihak sekolah.

” Dalam rangka pembelanjaan inilah, terjadi perbuatan mental menerabas. Terjadi kolusi antara Kepala Sekolah, Penerbit Buku, bahkan patut juga diduga ada pengkondisian dari Cabang Dinas Propinsi untuk membeli buku dari dua Penerbit, ” tutur H. Umar Wirohadi, SH. MH, selepas memasukan laporannya di Kejaksaan Negeri Jember, Selasa (15/1/2019) kemarin.

Lebih lanjut, pria yang akrab dengan sapaan julukan Abah Umar itu, menguraikan dua penerbit Buku Tematik yang telah dikondisikan masing – masing memberikan fee sebesar 40%. Maka pihak Kepala Sekolah, lebih banyak memilih penerbit dengan singkatan ”E” karena keblinger dengan pemberian fee tersebut. Sedangkan kwalitas Buku dan Materinya tidak sesuai yang diinginkan oleh Guru Mata Pelajaran dan tidak sesuai Kurikulum.

Baca Juga :  Napi Selundupkan Sabu Dalam Kemasan Roti, Dipergoki Petugas Lapas

”Untuk perkara ini, saya sudah siapkan saksi-saksi yang siap mengungkap kejahatan korupsi atas dana BOS. Saksi itu datangnya dari guru lingkungan sekolah, diantaranya guru mata pelajaran, Bendahara Sekolah dan Sales buku dari Penerbit,” ungkap Abah Umar denga yakinnya.

Laporan ini terpaksa dilakukan oleh Ketum MPN, karena sehari sebelumnya pada Senin 14 Januari 2019 , telah dilakukan upaya konfirmasi pada Kepala Cabang Pendidikan Jember. Yang intinya minta keterangan bagaimana tindakan pihak Cabang Dinas Pendidikan Jember apabila menyaksikan kenyataan tersebut.

Lewat stafnya, Kepala Cabang Pendidikan menanggapi hal ini dengan sepele. Seolah – olah tidak terjadi apa apa bahkan terkesan menantang. Menyaksikan arogansi inilah, Ketum MPN meluncurkan laporannya di Kejaksaan Negeri Jember.

Baca Juga :  Kepala Desa Kauman Lantik 5 Orang Perangkat Yang Mumpuni

Upaya pelaporan ini tidak terhenti pada persoalan itu saja. Bahkan Abah Umar berencana melaporkan seluruh kepala sekolah SMA dan SMK Negeri dan Swasta se Jawa Timur. Karena menurutnya pola penyelewengan yang sama terjadi di SMA/SMK Negeri dan Swasta se Jawa Timur.

Ironisnya, saat konfirmasi di Cabang Dinas Jember terjadi keributan sedikit, seakan ada indikasi pengkondisian di seluruh Cabang Dinas se Jatim. Hal ini dibuktikan ketika konfirmasi ke Kepala Cabang Dinas Bondowoso. Kepala Cabangnya mengaku kalau hal ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat propinsi Jawa Timur. Yang selanjutnya meminta Abah Umar kroscek ke Inspektorat. (lst/tim)

 844 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!