UA-163642268-1

Gubernur Jatim Pantau PMI di Madiun, Forkopimda Jatim Pastikan Isolasi di Daerah Sesuai SOP


ARYA-MEDIA | MADIUN – Usai memantau Posko Check Point Penyekatan di Exit Tol Kabupaten Ngawi, jajaran Forkopimda Jawa Timur, melakukan pengecekan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang berada di tempat isolasi Sanggar Pramuka, kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun Jawa Timur. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi PMI terbebas dari penyebaran Covid-19 sebelum kembali pulang kampung ke keluarga masing-masing. Sabtu (8/5/2021).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta bersama jajaran Polda Jatim, mengunjungi tempat karantina di Madiun, penghuni sebanyak 69 PMI yang datang dari 5 negara, Malaysia, Singapura, Hongkong, Brunei, dan Taiwan. Mereka datang sejak Jumat (1/5) lalu, setelah lolos dari asrama haji, Sukolilo, Surabaya.

“Saat ini tinggal 8 PMI yang masih berada di tempat isolasi ini. Dan ini merupakan SOP secara nasional, bahwa seluruh Pekerja Migran Indonesia yang kembali ke tanah air, mereka dipastikan bakal menjalani karantina untuk dilakukan swab PCR,” kata Gubernur Jatim, usai melihat tempat isolasi di Madiun, Sabtu (8/5).

Baca Juga :  Pasca Longsor di Nganjuk, Polisi Berikan Trauma Healing Kepada Korban Bencana

Dijelaskan Gubernur Khofifah, para PMI yang menjalani Swab PCR membutuhkan waktu sekitar dua hari, mulai dari datang hingga hasil lab keluar. “Kalau negatif, petugas langsung berkoordinasi dengan kabupaten kota, dan mereka hanya pulang kalau dijemput. Sedangkan yang positif, langsung dirujuk ke rumah sakit darurat di lapangan,” jelasnya.

Setelah menjalani karantina di asrama haji, lanjut Gubernur Jatim, mereka akan masuk pada karantina berikutnya di masing-masing Kabupaten/Kota. “Inilah karantina kedua yang dilakukan oleh Pemkab Madiun,” ujarnya

Baca Juga :  Luar Biasa, Nenek Pencari Rosok Sukses Bangunkan Rumah Untuk 4 Anaknya.

Selanjutnya, Pemkab Madiun akan merujuk ke tingkat desa sampai dengan 14 hari. Proses tersebut dilakukan pemerintah untuk memberikan perlindungan, baik kepada PMI maupun kepada masyarakat dan keluarga, di mana mereka kembali.

“Ini kewaspadaan yang dilakukan oleh pemerintah secara berlapis-lapis, tentu kami mohon tetap diikuti dengan kewaspadaan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandas Khofifah, (8/5).

Selain itu, Gubernur juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling dan membatasi jumlah jamaah pada saat Shalat Idul Fitri 1442 H. Hal-hal yang terkait nanti dengan shalat Idul fitri, silaturahim unjung-unjung pada saat Idulfitri, takbiran, dan seterusnya, mohon semuanya dijaga. Untuk kali ini jangan melakukan takbir keliling, dan semua masjid harus melakukan proses yang teridentifikasi untuk memastikan bahwa semua protokol kesehatan dilakukan dengan sangat teliti dan detail, tentunya dengan persentase tertentu.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Virus Corona di Magetan, Dikpora Memberlakukan KBM di Rumah

“Jadi kalau ini orange maka maksimal 25%, oleh karena itu silahkan mendaftarkan lebih awal lebih baik. Untuk masjid-masjid di Jawa Timur kami mohon menggunakan format dengan mendaftarkan para calon jamaahnya. Semua itu untuk menjaga masyarakat yang berkeingin salat ied agar tidak berhimpit,” pungkasnya. (Redk)

 386 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!