UA-163642268-1

Gubernur Khofifah : Jawa Timur Siap Lakukan PPKM Mikro Berbasis Partisipasi Masyarakat


ARYA-MEDIA | MADIUN – Upaya penanganan COVID-19 terus dimaksimalkan di Jawa Timur untuk terus menekan penyebaran COVID-19. Salah satunya dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, dengan hasil yang relatif  signifikan.

PPKM Mikro dapat menurunkan yang sebelumnya zona merah, menjadi zona orange. Hal itu dibuktikan dengan saat PPKM dimulai tanggal 11 Januari 2021, tercatat 79 % menurun menjadi  55 %. Sedangkan BOR ICU semula tercatat 73 %, saat ini menjadi 67 %.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengamini hal tersebut, bahwa PPKM Mikro berdampak signifikan dalam menekan penyebaran COVID-19 khususnya di Jawa Timur. Pemprov juga berkomitmen, bakal terus melaksanakan PPKM Mikro dengan modal sosial yang telah dipupuk sejak 8 bulan yang lalu, yakni melalui Satuan Kampung Tangguh.

Baca Juga :  Diduga Kelelahan, Seorang Petani Meninggal di Area Persawahan

“Kami berkomitmen  melaksanakan PPKM Mikro, melalui salah satu embrio yang dimiliki sejak 8 bulan lalu yaitu Kampung Tangguh,” terang Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim saat ditemui di Kampung Tangguh Semeru Desa Ngale kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun,  Minggu (7/2).

Khofifah menjelaskan, dalam penanganan Covid-19 di wilayah Jawa Timur, Kampung Tangguh adalah inovasi bagus dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, Kampung Tangguh Semeru diciptakan oleh Polda Jatim bersama dengan Pemprov Jatim, Kodam V Brawijaya, dan Pemerintah Kota/Kabupaten, serta Perguruan Tinggi, dalam menciptakan Satuan kecil berbasis partisipasi masyarakat dengan cara bergotong-royong.

Baca Juga :  Terulang Kembali, Jebakan Tikus Beraliran Listrik Memakan Korban Jiwa

“Kampung Tangguh yang sudah ada di Jatim merupakan suatu bentuk kearifan local, yang akan membantu masyarakat melaksanakan edukasi protokol kesehatan Covid-19,” jelas Gubernur Khofifah, (7/2).

Sementara itu, kebersamaan dalam pelaksanaan kampung tangguh juga akan menciptakan empathy building dan social bonding dalam pelaksanaan PPKM Mikro dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Kami berharap, pelaksanaan PPKM Mikro ini nantinya bisa berjalan lancar di Jatim. Tentunya dengan dukungan seluruh elemen baik TNI, POLRI, serta masyarakat. Utamanya, dengan terus memperkuat dan memberdayakan keberadaan Kampung Tangguh yang sudah kita terapkan di Jatim,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pencuri Pisang Asal Ponorogo, Babak Belur Dihajar Massa

Diketahui bahwa, per tanggal 07 Februari 2021, jumlah Kampung Tangguh yang ada di Jawa Timur telah mencapai 3.160 dan terus akan bertambah.

Berdasarkan Inmendagri no 3 tahun 2021, Jawa Timur termasuk dalam daerah yang mendapatkan instruksi untuk pelakanan PPKM Mikro dengan daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya dan Madiun Raya. Pemberlakuan PPKM Mikro akan dilaksanakan mulai tanggal 9-22 Februari 2021. (Utg/Redk)

 702 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!