UA-163642268-1

Gubernur Sidak LIK Magetan Mencari Solusi Penanganan IPAL


ARYA-MEDIA, Magetan – Gubernur Jatim Khofifah Indah Parawansa lakukan inspeksi mendadak (sidak) Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) di Lingkungan Industri Kulit (LIK), dibawah naungan UPT Industri Kulit dan Produk Kulit Magetan, Kamis malam (28/3/2019).

LIK yang berada di Kabupaten Magetan, tidak luput dari IPAL yang merupakan tempat pengolahan limbah, yang telah banyak meresahkan masyarakat Magetan.

Gubernur Khofifah, didampingi Bupati Magetan Suprawoto, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim Drajat Irawan dan Kepala UPT Industri Kulit dan Produk Kulit Magetan Wahyu Siswanto, memantau dan melihat langsung, sekaligus memeriksa laboratorium dan kolam pengolahan air limbah yang ada.

Baca Juga :  Kejadian Tragis, Perempuan Di Ngawi Bakar Diri Dengan Bensin

“Industri kulit di Magetan, merupakan komoditi kelima terbesar untuk ekspor se-Jatim. Kami akan mencari solusi dalam pengolahan limbahnya. Karena hasil IPAL yang dikeluarkan harus dapat memenuhi kapasitas dan mumpuni dari limbah yang dibuang oleh para pelaku industri kulit”, kata Gubernur (28/3).

Gubernur mengaku, Bupati Magetan Suprawoto sudah menyampaikan bahwa Pemkab Magetan akan mencari lahan baru untuk merelokasi LIK tersebut. “Setelah lahan baru disiapkan, maka Pemprov Jatim akan menyiapkan LIK dan IPAL nya. Sehingga pengolahan limbahnya bisa memenuhi kecukupan dari kebutuhan pengolahan limbah kulit yang dikirim oleh para pelaku industri kulit di Magetan”, terangnya.

Baca Juga :  Peringati HUT RI Ke-73, Kecamatan Barat Gelar Pawai Karnaval Tingkat Desa

Selanjutnya, ketika mendapatkan lahan baru untuk relokasi, Bupati Magetan bersama dengan Pemprov akan melakukan sosialisasi bersama dengan para industri kulit. Terkait teknologi untuk pengolahan limbahnya, akan dicarikan konsultan ahli agar dapat terakuntabel. “Jadi, dalam memproduksi kulit harus berimbang dengan keramahan lingkungannya, yaitu dengan metode pengolahan limbah yang secure,” jelas Khofifah (28/3).

Baca Juga :  Persiapan Satgas TMMD-102, Pasang Tenda Untuk Kenyamanan Pasien

“Kami ingin memastikan bahwa limbah terakhir yang dikeluarkan ke sungai, untuk pH nya tidak lebih dari 7 atau melebihi ambang batas. Dan nantinya untuk laboratorium juga akan disiapkan”, pungkasnya. (ren/redk)

 1,423 total views,  4 views today


error: Content is protected !!